EraNusantara – Gelombang kekhawatiran melanda para pedagang thrifting di tengah rencana pemerintah menertibkan impor pakaian bekas ilegal. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, angkat bicara menanggapi keresahan para pedagang yang khawatir omzet mereka akan merosot tajam jika beralih menjual produk lokal. Pemerintah berdalih langkah ini diambil untuk melindungi industri dalam negeri dan para pelaku UMKM lokal.
Maman menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menutup celah masuknya barang bekas impor ke Indonesia. Ia meyakini, dengan terhentinya pasokan pakaian bekas impor, konsumen akan beralih ke produk lokal. "Ini hukum ekonomi yang berlaku. Yang penting, hulunya ditutup dulu. Pada akhirnya, orang pasti butuh pakaian, kan? Mau tidak mau, mereka akan mencari produk lokal," ujarnya saat ditemui di Universitas Trisakti.

Pemerintah, lanjut Maman, memprioritaskan perlindungan terhadap produsen lokal dan mengajak masyarakat untuk kembali mencintai produk dalam negeri. "Kita amankan kepentingan domestik, pengusaha lokal, teman-teman UMKM yang memproduksi baju lokal. Saatnya kembali ke produk Indonesia," tegasnya.
Rifai Silalahi, seorang pedagang thrifting di Pasar Senen, mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana ini dapat berdampak signifikan pada penurunan omzet mereka. Ia mengakui tidak keberatan dengan kebijakan pemerintah, namun meragukan produk lokal dapat memenuhi selera pasar thrifting yang unik.
Menurut Rifai, thrifting dan produk lokal memiliki segmen pasar yang berbeda. Thrifting menawarkan keunikan dan eksklusivitas, di mana setiap produk hanya tersedia dalam satu model atau potongan. Sementara produk lokal berfokus pada ketersediaan stok dalam berbagai ukuran dan warna. "Di thrifting tidak ada ukuran M, L, XL atau pilihan warna. Jadi, sebenarnya tidak bisa dibandingkan, tetapi bisa saling melengkapi," jelasnya.
Rifai memprediksi omzet pedagang thrifting yang saat ini berkisar Rp 30 juta per bulan dapat anjlok hingga 80% jika beralih menjual produk lokal. Ia berharap Kementerian UMKM dapat berdiskusi dengan para pedagang thrifting untuk mencari solusi terbaik.
Editor: Rockdisc