EraNusantara – Gelombang pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020 memang telah membalikkan banyak tatanan, termasuk cara dunia bekerja. Bagi Sri Haryadi, kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan kantornya bukan sekadar rutinitas baru, melainkan sebuah titik balik yang mengubah haluan hidupnya. Dari meja kerja di rumah, ia kini menjelma menjadi pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner yang sukses, Kooe.id, dengan dukungan penuh dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Sri Haryadi, yang ditemui di kiosnya yang strategis di Jl. Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur, menceritakan awal mula perjalanannya dengan antusias. Berbagai produk andalan Kooe.id, mulai dari dessert hingga sambal, tersusun rapi di lemari pendingin, menyambut setiap pengunjung. "Saat pandemi, saya masih bekerja dan mendapatkan jadwal WFH selama tiga bulan," kenangnya. Waktu luang yang mendadak melimpah setelah jam kerja kantor ia manfaatkan dengan menjelajahi YouTube. Awalnya, ia tertarik pada dunia tanaman, namun tak lama kemudian beralih ke ranah kuliner, khususnya dessert atau camilan manis. "Karena saya memang hobi makan, saya berpikir untuk mencoba membuat puding regal," ungkapnya.

Puding regal buatannya segera ia tawarkan kepada lingkaran terdekatnya, dan respons yang didapat sungguh positif: "enak." Bahkan, ketika ia kembali masuk kantor, puding tersebut menjadi rebutan di antara rekan-rekannya, yang lantas mendorongnya untuk serius berjualan. Sri pun mulai menjual puding dalam ukuran loyang besar, kemudian berinovasi dengan porsi sekali makan, semuanya dengan sistem pre-order. Setelah memutuskan pensiun pada tahun 2022, Sri mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengembangkan Kooe.id. Ia bersyukur atas dukungan teman-teman yang turut membantu dalam penentuan nama dan logo. "Kooe.id diambil dari kata ‘kowe’ dalam bahasa Jawa yang berarti ‘kamu’, jadi filosofinya ‘kue untuk kamu’," jelasnya.
Pemasaran Kooe.id kini mengandalkan platform digital seperti Instagram dan WhatsApp, serta aktif mengikuti berbagai bazar untuk memperluas jangkauan pasar. Pelanggan setianya tak jarang merekomendasikan Kooe.id dari mulut ke mulut, menarik pembeli baru, termasuk dari kalangan perusahaan. Ragam produk yang ditawarkan pun semakin bervariasi, mulai dari mango sago yang menjadi primadona, air kelapa murni botolan, es teler, hingga inovasi terbarunya berupa sambal untuk lauk.
Titik balik penting lainnya terjadi sekitar tahun 2025, ketika Sri Haryadi bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh BRI. Ketertarikannya bermula saat melihat status WhatsApp seorang teman yang mengikuti bazar undangan BRI. Tanpa ragu, ia mencari tahu cara mendaftar dan diarahkan untuk datang langsung ke Rumah BUMN di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat. "Saya datang ke sana, langsung daftar, dan disambut dengan sangat baik. Proses pendaftarannya pun dibantu," ujarnya. Saat pendaftaran di bulan Juni 2025, Sri membawa serta produk-produk unggulannya, termasuk air kelapa murni yang kala itu sudah terjual ribuan botol. "Saya berinisiatif membawa produk karena feeling saya mengatakan itu penting untuk meyakinkan," tambahnya.
Bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta membuka pintu kolaborasi yang tak terduga. Sri pernah menerima pesanan besar bubur sumsum dan buko pandan, produk yang tidak ia miliki. Berkat jejaring di Rumah BUMN, ia berhasil berkolaborasi dengan UMKM lain yang ia kenal dan percaya. "Saya mendapatkan pesanan 400 milu dan 200 buko pandan, serta 200 bubur sumsum. Karena tidak sanggup menangani sendiri, saya berkolaborasi. Pentingnya Rumah BUMN BRI adalah membangun koneksi dan saling mengenal, sehingga rekomendasi pun bisa diberikan dengan keyakinan," jelasnya. Selain kolaborasi, Sri juga aktif mengikuti berbagai kelas dan pelatihan yang diselenggarakan Rumah BUMN Jakarta. Ia mengakui, dalam hampir setahun menjadi bagian dari komunitas ini, pengetahuannya bertambah pesat dan jangkauan usahanya meluas. "Ilmunya sangat banyak sekali, kurikulum pelatihannya beragam. Saya mengikuti yang sesuai kebutuhan, kadang bisa dua kali seminggu," imbuhnya.
Komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas sangat nyata melalui Rumah BUMN. Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menjelaskan kepada eranusantara.co bahwa BRI saat ini mengelola 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia. Fasilitas ini dirancang sebagai ekosistem kolaboratif untuk UMKM, menyediakan pendampingan, pelatihan gratis, akses pendanaan, hingga pembukaan pasar. "Di Rumah BUMN, pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, serta akses ke permodalan dan jejaring pasar," terang Jajang. Ia menegaskan, tujuan utama Rumah BUMN adalah membantu UMKM bertransformasi menuju ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan. "Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," pungkasnya, menunjukkan dedikasi BRI terhadap pengembangan sektor UMKM di Indonesia.
Editor: Rockdisc