EraNusantara – Pasar properti China tengah menghadapi tantangan serius. Penjualan rumah terus merosot dalam lima tahun terakhir akibat lemahnya permintaan dan daya beli. Kondisi ini membuat para pemilik properti frustrasi, hingga akhirnya beralih ke cara-cara "xuanxue" atau ritual keberuntungan yang berbau mistis dan feng shui, dengan harapan rumah mereka bisa segera laku.
Fenomena ini semakin marak di media sosial China. Warga berbondong-bondong berdoa di kuil, membeli jimat "cepat laku", hingga menempelkan tulisan "terjual" di kertas merah sebagai upaya memancing keberuntungan.

Inspirasi ini muncul setelah seorang warga membagikan pengalamannya di media sosial tentang keberhasilan menjual rumah setelah melakukan serangkaian ritual tersebut. Sontak, platform RedNote dibanjiri unggahan serupa, lengkap dengan foto-foto jimat penjual rumah. Beberapa pengguna mengklaim berhasil menjual properti mereka tak lama setelah mengunggah foto-foto tersebut, sementara yang lain masih menunggu keberuntungan.
"Aku sudah mencoba semuanya… tapi tetap tidak ada satu pun yang bertanya," keluh seorang pengguna. Unggahan tersebut memicu gelombang komentar dari warganet yang berharap keberuntungan serupa menimpa mereka. "Berdoa semoga apartemenku cepat laku," tulis seorang pengguna. "Aku punya tiga properti yang ingin dijual," timpal yang lain.
Para agen real estate mengakui bahwa menjual rumah saat ini membutuhkan waktu lebih lama karena permintaan yang rendah. Pembeli pun semakin agresif dalam melakukan negosiasi harga. Semakin lama penjual menunggu, harga properti biasanya akan semakin turun.
"Menjual rumah sekarang sangat sulit," ungkap Song Yulin, seorang agen properti di Shanghai. "Jika tidak dipasarkan dengan harga yang sangat murah, biasanya butuh tiga hingga enam bulan untuk terjual," tambahnya.
Editor: Rockdisc