Eranusantara.co – CEO Danantara, Rosan Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan detail menarik mengenai rencana kerja sama ekonomi strategis antara Indonesia dan Mesir. Kolaborasi yang digagas pasca kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi ke Indonesia ini akan berfokus pada dua pilar utama: pembentukan dana kelolaan investasi bersama dan proyek hilirisasi minyak kelapa sawit (CPO) di tanah Mesir. Pengungkapan ini disampaikan Rosan setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, menandai potensi besar penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Rosan menjelaskan bahwa Danantara akan menjalin kemitraan dengan salah satu dana kekayaan masa depan milik Mesir. Meskipun Rosan belum merinci secara spesifik nama dana yang akan menjadi mitra, Mesir diketahui memiliki beberapa instrumen investasi strategis yang kuat. Di antaranya adalah The Sovereign Fund of Egypt (TSFE), sebuah dana kekayaan negara yang didirikan pada tahun 2018 dengan misi untuk berkolaborasi dengan sektor swasta dan mengoptimalkan aset-aset milik negara. Selain itu, pada Juli 2026, Mesir juga baru meluncurkan dana kekayaan baru bernama Ahramat Al-Nil Fund. Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi aliran investasi dua arah, membuka peluang baru bagi proyek-proyek strategis, dan secara signifikan memperkuat fondasi ekonomi kedua negara di kancah global.

Selain sektor investasi, Rosan juga menyoroti antusiasme tinggi Mesir terhadap kerja sama di bidang hilirisasi minyak kelapa sawit mentah (CPO). Mesir, yang selama ini dikenal sebagai salah satu importir terbesar CPO dari Indonesia, telah menunjukkan keseriusan dengan menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan fasilitas penyulingan atau refinery. Pihak Mesir secara proaktif mengajak Danantara untuk berpartisipasi dalam proyek strategis ini. Inisiatif ini tidak hanya akan menjamin pasokan minyak kelapa sawit yang stabil bagi Mesir, tetapi juga akan memberikan nilai tambah signifikan bagi produk kelapa sawit Indonesia melalui proses pengolahan di luar negeri. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulannya dan memperluas jangkauan pasar produk turunan kelapa sawit di tingkat internasional.
Kerja sama bilateral ini dipandang sebagai langkah maju yang penting dalam hubungan ekonomi Indonesia-Mesir, berpotensi menciptakan sinergi kuat di berbagai sektor vital. Pembentukan dana investasi bersama akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi, memfasilitasi pertukaran modal dan keahlian, serta mendukung implementasi proyek-proyek infrastruktur dan industri. Sementara itu, proyek hilirisasi CPO di Mesir akan memperkuat rantai pasok global, membuka akses pasar baru, dan meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia. Kedua inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat dari kedua negara untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi dan kemandirian di sektor-sektor kunci.
Dengan adanya dukungan penuh dari para pemimpin negara dan partisipasi aktif dari entitas bisnis terkemuka seperti Danantara, prospek kerja sama Indonesia-Mesir diyakini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan tidak hanya mempererat ikatan persahabatan, tetapi juga secara substansial meningkatkan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak dalam jangka panjang.