Eranusantara.co – Menteri Keuangan Suahasil Nazara akhirnya memberikan penjelasan mendalam mengenai struktur kepemimpinan di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah adanya penambahan personel di jajaran wakil menteri. Langkah ini diambil menyusul pelantikan dua wakil menteri baru oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, yang kini bergabung dengan Juda Agung untuk mendampingi sang Menteri Keuangan.
Dalam keterangannya di acara APBN KiTa yang berlangsung di Jakarta Pusat, Suahasil menegaskan bahwa kehadiran tiga wakil menteri tersebut bukan bertujuan untuk membagi-bagi wilayah kerja secara geografis atau sektoral yang kaku. Sebaliknya, pembagian tugas dilakukan berdasarkan spesialisasi dan fokus isu strategis guna memastikan efektivitas pengelolaan keuangan negara.

"Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana pembagian tugasnya? Saya ingin sampaikan bahwa kita tidak membagi-bagi wilayah, melainkan kita fokus pada bidang pekerjaan masing-masing agar kerja lebih maksimal," ujar Suahasil dengan tegas.
Menurut Suahasil, Juda Agung akan memegang peran krusial dalam menangani isu-isu makro yang berkaitan dengan sektor keuangan, dinamika internasional, serta strategi pembiayaan negara. Peran ini sangat vital mengingat kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan pengawasan ketat pada aspek pembiayaan dan hubungan antarnegara.
Sementara itu, Nurkholisoh Ibnu Aman akan diberikan tanggung jawab besar untuk mengawal arus masuk kas negara. Fokus utamanya meliputi seluruh instrumen penerimaan negara, mulai dari sektor perpajakan, kepabeanan, cukai, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Keberhasilan target penerimaan negara akan menjadi indikator utama kinerja di bawah pengawasan Nurkholisoh.
Di sisi lain, Luky Alfirman akan difokuskan pada pengelolaan pengeluaran negara. Tugasnya mencakup manajemen belanja negara, urusan perbendaharaan, hingga mekanisme Transfer ke Daerah (TKD). Hal ini bertujuan agar distribusi anggaran dari pusat ke daerah dapat berjalan lebih presisi dan tepat sasaran.
Menariknya, Suahasil menekankan bahwa meskipun setiap wakil menteri memiliki spesialisasi, mereka tidak akan bekerja dalam "kotak" yang tertutup. Sifat kerja di Kemenkeu tetap mengedepankan kolaborasi lintas fungsi. Jika terdapat isu mendesak di luar fokus utamanya, para wakil menteri tetap diperbolehkan dan diharapkan untuk ikut memantau.
Sebagai contoh, Suahasil menjelaskan bahwa Nurkholisoh, meski fokus pada penerimaan, tetap akan terlibat dalam memantau perkembangan isu internasional. Hal ini dikarenakan banyak kebijakan ekonomi global yang berdampak langsung pada potensi penerimaan negara Indonesia. Pola kerja yang fleksibel namun terarah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan kabinet baru.
Melalui pembagian tugas yang berbasis fokus ini, Kementerian Keuangan berupaya meningkatkan responsivitas terhadap perubahan ekonomi yang cepat, sekaligus memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola dengan pengawasan yang lebih mendalam dan profesional.