EraNusantara – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi telah mengeluarkan dan menyebarluaskan Notice to Mariners (NTM) atau pemberitahuan kepada para pelaut. Imbauan ini ditujukan khusus bagi kapal-kapal yang beroperasi atau melintas di area pencarian korban KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Melalui NTM tersebut, Kemenhub mendesak seluruh kapal di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus aktif berpartisipasi dalam upaya penyisiran. Mereka juga diinstruksikan untuk segera melaporkan setiap penemuan korban atau informasi relevan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau instansi terkait lainnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa berbagai dukungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat proses pencarian korban yang masih terus berlangsung. "Kami berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki Direktorat Jenderal Perhubungan Laut demi kelancaran operasi pencarian ini," ungkap Masyhud dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (15/9/2026). Ia menambahkan, aspek keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini menjadi prioritas utama yang tak bisa ditawar.

Tak hanya itu, Ditjen Perhubungan Laut juga secara intensif memantau dan menjaga jalur komunikasi melalui VTS dan SROP. Untuk mengatasi kendala jarak yang seringkali menghambat transmisi radio langsung, Kapal Negara Kenavigasian (KN) Kunyit telah dikerahkan. KN Kunyit berfungsi sebagai stasiun relai komunikasi radio vital, menjembatani informasi antara kapal-kapal yang berada di lokasi operasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) di darat.
Masyhud menjelaskan lebih lanjut, "Optimalisasi dukungan komunikasi dan pemantauan ini krusial agar koordinasi serta pertukaran informasi antara unit-unit kapal di lapangan dan petugas di darat dapat berlangsung secara efektif dan lancar sepanjang operasi pencarian."
Data terkini menunjukkan bahwa dari total 243 penumpang KMP Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 6 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, upaya pencarian masih terus difokuskan untuk menemukan 129 individu yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dari jumlah korban yang berhasil ditemukan, 86 orang di antaranya telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, meliputi 85 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia. Selain itu, 22 korban selamat lainnya yang sebelumnya sempat dievakuasi ke KM Cahaya Bahari, kini telah berhasil dipindahkan menggunakan KRI Nala-363 dan juga telah merapat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dalam konteks penanganan pasca-kejadian, Kemenhub juga aktif mendampingi PT Jasa Raharja dalam proses penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Santunan ini diberikan sebagai bentuk kompensasi atas insiden tragis yang menimpa KMP Virgo Transport 8, kapal yang mengalami kecelakaan saat melayani rute pelayaran Surabaya-Banjarmasin.
Masyhud menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden KMP Virgo Transport 8. Kemenhub akan senantiasa menyesuaikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, baik itu dalam upaya pencarian yang masih berlangsung maupun dalam penanganan para korban dan keluarga yang terdampak.
"Prioritas utama kami saat ini adalah mendukung penuh upaya pencarian bagi korban yang belum ditemukan, sekaligus memastikan bahwa penanganan terhadap korban dan keluarga mereka dapat berjalan optimal," pungkas Masyhud. "Kementerian Perhubungan akan terus menjalin koordinasi erat dengan seluruh pihak terkait untuk mencapai tujuan tersebut."
Editor: Rockdisc