Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Prabowo Gagas Puluhan Ribu Penjaga Hutan Baru

    06-10-2026 - 19.35

    Dana Rp 400 T Hutan Selamatkan Pendidikan Bangsa

    06-10-2026 - 19.06

    Triliunan Rupiah Kembali ke Kas Negara

    06-10-2026 - 16.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Prabowo Gagas Puluhan Ribu Penjaga Hutan Baru
    • Dana Rp 400 T Hutan Selamatkan Pendidikan Bangsa
    • Triliunan Rupiah Kembali ke Kas Negara
    • Whoosh Tebar Diskon Besar Intip Cara Dapatnya
    • Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi
    • Elon Musk Mendadak Kaya Rp 1.163 T Sehari
    • Aturan Baru Outsourcing BUMN
    • Ambisi Besar Hilirisasi Indonesia
    • Ijazah Aman Perusahaan Dilarang Menahan
    • Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang
    Selasa, 6 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Prabowo Gagas Puluhan Ribu Penjaga Hutan Baru

      06-10-2026 - 19.35

      Dana Rp 400 T Hutan Selamatkan Pendidikan Bangsa

      06-10-2026 - 19.06

      Triliunan Rupiah Kembali ke Kas Negara

      06-10-2026 - 16.35

      Whoosh Tebar Diskon Besar Intip Cara Dapatnya

      06-10-2026 - 16.35

      Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi

      06-10-2026 - 16.20
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Keputusan Jabar Setop Proyek AI, Investor Was-was?

    Keputusan Jabar Setop Proyek AI, Investor Was-was?

    Ekonomi 04-10-2026 - 16.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Keputusan Jabar Setop Proyek AI, Investor Was-was?

    Eranusantara.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini membuat keputusan kontroversial yang menghentikan proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Langkah ini, yang menghentikan pembangunan di lahan seluas sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagian dari area pengembangan 11 hektare dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 3,5 triliun, sontak memicu kekhawatiran serius di kalangan ekonom dan pelaku bisnis mengenai iklim investasi di Indonesia.

    Penghentian sepihak ini terjadi di tengah ambisi pemerintah pusat untuk menarik investasi pusat data AI senilai Rp 360 triliun ke Tanah Air. Target ambisius ini dianggap realistis mengingat Indonesia kini memiliki 182 pusat data, yang sebagian besar terkonsentrasi di Jakarta dan Batam. Pemerintah bahkan telah menetapkan beberapa kawasan strategis untuk pengembangan pusat data, meliputi Batam, Jawa Barat, Madura, dan Bali. Namun, polemik di Jatiluhur ini dikhawatirkan dapat menjadi sandungan besar.

    Keputusan Jabar Setop Proyek AI, Investor Was-was?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (4/10/2026), mengungkapkan keprihatinannya. "Di Jawa Barat terjadi kisruh di mana pembangunan data center dihentikan sepihak oleh gubernur dengan berbagai alasan lingkungan hidup, pasokan air dan beragam alasan lainnya," kata Didik. Ia menegaskan bahwa praktik kebijakan yang merusak iklim investasi seperti ini menjadi kendala serius bagi masa depan perekonomian nasional, yang saat ini hanya mampu tumbuh moderat di angka 5%.

    Didik menambahkan bahwa Indonesia sangat membutuhkan suntikan investasi besar untuk memperkuat ekosistem pusat data. Namun, menurutnya, insiden di Jawa Barat ini tidak hanya mengancam peluang investasi di wilayah tersebut, tetapi juga berpotensi merembet dan berdampak negatif pada persepsi investor secara lebih luas terhadap kepastian hukum dan kebijakan di Indonesia.

    Ia mengingatkan kembali pada pelajaran pahit di era 1980-an, ketika Indonesia pernah kehilangan momentum emas dalam industri semikonduktor. Kala itu, sejumlah raksasa teknologi global seperti Fairchild Semiconductor, National Semiconductor, dan Monsanto sempat mendirikan fasilitas perakitan chip di Jakarta dan Bandung. Namun, investasi berharga tersebut akhirnya kandas akibat intervensi kebijakan pemerintah yang dinilai keliru.

    "Pada tahun 1985, terjadi konflik kebijakan mengenai otomatisasi produksi, yang kemudian dimenangkan oleh aliran kuno ortodoks dengan membatasi otomatisasi dan memaksa penyerapan tenaga kerja manual kepada investor," jelas Didik. Kebijakan yang tidak sejalan dengan tuntutan teknologi canggih tersebut membuat para investor hengkang dan memindahkan operasional mereka ke Penang, Malaysia.

    Indonesia yang pada dekade 1970-an hingga awal 1980-an sempat menjadi pemain kunci di industri semikonduktor Asia Tenggara, harus rela melihat posisinya digeser oleh Malaysia. Akibat kebijakan yang kurang tepat serta persaingan ketat dalam menarik investasi, peluang yang seharusnya menjadi milik Indonesia pun beralih. Kini, Malaysia menguasai sekitar 13% pangsa pasar global untuk aktivitas pengujian, perakitan, dan pengemasan chip.

    Didik menilai situasi di Jawa Barat saat ini memiliki kemiripan dengan kejadian masa lalu, di mana investasi yang sudah berjalan dihentikan secara sepihak. Ia menekankan bahwa keputusan semacam ini merupakan pukulan telak bagi investor karena mengikis kepercayaan terhadap kepastian iklim investasi. "Pemerintah harus dengan segera mengantisipasi ganjalan dari pemerintah daerah, yang merusak iklim investasi. Pada sisi program di lapangan mulai dulu dari pemerintah daerah yang ramah investasi," tegasnya.

    Di tengah bayang-bayang kekhawatiran ini, Batam justru muncul sebagai harapan baru. Kawasan ini berpeluang besar menjadi salah satu hub pusat data utama di Asia Tenggara, terutama karena Singapura mulai membatasi pembangunan pusat data baru akibat keterbatasan lahan dan energi. Di Batam, proyeksi investasi pusat data diperkirakan mencapai US$15 miliar hingga US$20 miliar, dengan target kapasitas sekitar 1,3 gigawatt.

    Dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai sekitar 7%, Batam dinilai berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh investasi pusat data. Sejumlah investor besar telah mengumumkan rencana investasi di sana, termasuk komitmen US$1,7 miliar untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI di Indonesia. Amazon Web Services (AWS) bahkan berkomitmen menanamkan investasi US$5 miliar, sementara Firmus tengah membangun kampus pusat data di Batam dengan target kapasitas hingga 170.000 akselerator AI.

    Secara nasional, kapasitas pusat data Indonesia diproyeksikan menembus 2.000 MW pada tahun 2030, dengan permintaan yang tumbuh rata-rata 16,8% per tahun berdasarkan proyeksi Bank Dunia. "Batam bisa mengambil peluang itu, didukung tiga faktor utama, dimana Indonesia merupakan pusat ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan 200 juta lebih pengguna internet," pungkas Didik, menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia, asalkan kebijakan investasi dapat dijaga konsistensinya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Prabowo Gagas Puluhan Ribu Penjaga Hutan Baru

    Ekonomi 06-10-2026 - 19.35

    Dana Rp 400 T Hutan Selamatkan Pendidikan Bangsa

    Ekonomi 06-10-2026 - 19.06

    Triliunan Rupiah Kembali ke Kas Negara

    Ekonomi 06-10-2026 - 16.35

    Whoosh Tebar Diskon Besar Intip Cara Dapatnya

    Ekonomi 06-10-2026 - 16.35

    Gaji PNS Bakal Dibayar Lewat Koperasi

    Ekonomi 06-10-2026 - 16.20

    Elon Musk Mendadak Kaya Rp 1.163 T Sehari

    Ekonomi 06-10-2026 - 16.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.