Eranusantara.co – Tren investasi emas di tanah air tengah mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC), permintaan terhadap emas batangan maupun koin di Indonesia melonjak drastis hingga 40 persen secara tahunan (year on year). Angka ini setara dengan volume sebesar 15 ton, yang menandakan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya emas sebagai instrumen lindung nilai.
Merespons tingginya antusiasme tersebut, Bank Mandiri mengambil langkah strategis dengan memperkuat ekosistem emas melalui super app miliknya, Livin’ by Mandiri. Langkah ini menjadi sangat spesial karena Bank Mandiri resmi menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi lisensi bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Inisiatif ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi pemerintah dalam memperkuat ekosistem bulion nasional sebagaimana tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP2I).

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan bahwa kehadiran layanan emas ini bukan sekadar fitur jual-beli biasa. Melalui Livin’ by Mandiri, nasabah diberikan solusi finansial yang bersifat end-to-end. Artinya, nasabah memiliki kendali penuh untuk merencanakan, mengelola, hingga mencairkan aset emas mereka hanya dalam satu genggaman aplikasi.
"Emas tetap menjadi instrumen yang sangat diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kami ingin menghadirkan solusi yang memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan akumulasi kekayaan secara aman dan fleksibel," ujar Saptari dalam keterangan resminya.
Salah satu daya tarik utama dari layanan ini adalah kemudahan aksesnya. Melalui fitur Tabungan Emas, nasabah dapat mulai berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau, yakni mulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp50.000 saja. Nasabah juga diberikan kebebasan untuk memilih merek logam mulia ternama, seperti ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Transaksi beli maupun jual dapat dilakukan secara real-time selama 24 jam penuh.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga memperkenalkan fasilitas KSM Emas atau Kredit Serbaguna Mandiri Emas. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mencicil pembelian emas dengan skema bunga yang ringan. Keunggulan lainnya adalah adanya fitur price lock, di mana harga emas akan terkunci pada saat pengajuan cicilan, sehingga nasabah terhindar dari risiko lonjakan harga di masa depan.
Bagi nasabah yang ingin memegang fisik emasnya, tersedia fitur "Ambil Emas". Saldo digital dapat dikonversi menjadi logam mulia fisik yang bisa diambil melalui jaringan kantor cabang atau melalui mesin inovatif ATM Emas Bank Mandiri. Prosesnya pun sangat modern, cukup dengan memindai kode QR melalui aplikasi Livin’ di mesin ATM Emas yang tersedia.
Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri telah menembus angka 42,1 juta orang. Dengan basis pengguna yang masif ini, Bank Mandiri berencana terus mengembangkan inovasi seperti fitur Autodebet Emas untuk investasi rutin, fitur Transfer Emas antar pengguna, hingga layanan pinjaman tunai dengan agunan emas. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi Bank Mandiri dalam mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia.