Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Rabu, 28 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Penonton! Jurus Jitu Swiss Bakal Ubah Wajah Perdagangan Komoditas Nasional, Siap-siap!

    Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Penonton! Jurus Jitu Swiss Bakal Ubah Wajah Perdagangan Komoditas Nasional, Siap-siap!

    Ekonomi 23-08-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Penonton! Jurus Jitu Swiss Bakal Ubah Wajah Perdagangan Komoditas Nasional, Siap-siap!

    EraNusantara – Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya di kancah perdagangan komoditas global. Melalui inisiatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, kemitraan penting telah terjalin dengan Suissenegoce, asosiasi perdagangan komoditas terkemuka dari Swiss. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perdagangan komoditas dunia, ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Jenewa, Swiss, pada Kamis lalu.

    Penandatanganan kerja sama bersejarah ini dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, bersama Sekretaris Jenderal Suissenegoce, Florence Schurch. Momen penting tersebut turut disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, serta Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia-Swiss, Francis Wanandi. Dubes Ngurah Swajaya menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud konkret dalam mempererat jalinan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Swiss.

    Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Penonton! Jurus Jitu Swiss Bakal Ubah Wajah Perdagangan Komoditas Nasional, Siap-siap!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Ngurah menambahkan, "KBRI Bern telah lama menjajaki upaya kemitraan Suissenegoce dengan KADIN Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal dan konkret yang dimulai bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss," demikian disampaikan Ngurah dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co.

    Senada dengan itu, Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menggarisbawahi urgensi pengembangan SDM di sektor perdagangan komoditas global. Menurutnya, langkah ini krusial agar Indonesia tidak hanya terpaku pada peran sebagai negara produsen, melainkan mampu bertransformasi menjadi pemain yang signifikan dan berpengaruh di pasar komoditas dunia. "Pengembangan SDM mengenai perdagangan komoditas global merupakan langkah konkret agar Indonesia tidak hanya menjadi negara produsen, tetapi juga bisa menjadi pemain yang berpengaruh di pasar perdagangan komoditas dunia," tegas Anindya.

    Kadin berharap kemitraan ini akan menjadi katalisator dalam membangun kapasitas serta memperluas jaringan para pelaku usaha Indonesia di ranah perdagangan komoditas global. Anindya juga secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan anggota Kadin untuk tidak hanya berpartisipasi dalam pengembangan perdagangan komoditas, tetapi juga turut serta dalam membangun ekosistem pendukung yang kuat di tanah air melalui kolaborasi dengan Suissenegoce.

    Sebagai implementasi konkret dari kerja sama ini, sebuah program pendidikan dan pelatihan bersertifikasi mengenai perdagangan komoditas global (global commodities trading) akan segera diluncurkan. Program ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan pelaku usaha Indonesia dalam menavigasi kompleksitas pasar komoditas global. Francis Wanandi, Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia-Swiss, menjelaskan bahwa pelatihan intensif ini akan berlangsung selama lima minggu dan direncanakan untuk digelar secara reguler di Jakarta. Pesertanya akan mencakup beragam entitas bisnis, mulai dari perusahaan swasta hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Suissenegoce sendiri adalah sebuah asosiasi perdagangan komoditas yang sangat berpengaruh di Swiss, membawahi sekitar 215 perusahaan. Anggota-anggotanya beroperasi di tiga pilar utama: sektor pertanian, mineral dan logam, serta energi. Di sektor pertanian, cakupannya meliputi komoditas esensial seperti sereal, kopi, minyak sawit, kakao, dan kapas. Untuk mineral dan logam, fokusnya pada logam besi dan non-besi. Sementara itu, sektor energi mencakup spektrum luas, dari bahan bakar fosil konvensional hingga energi terbarukan dan energi transisi.

    Swiss telah lama diakui sebagai salah satu episentrum perdagangan komoditas terbesar di dunia. Negara ini unggul berkat pengalaman panjang, jaringan global yang kuat, serta SDM yang mumpuni dalam seluk-beluk perdagangan komoditas. Peran Swiss sebagai hub komoditas global mulai menguat sejak era 1950-an. Awalnya, aktivitas perdagangannya banyak berpusat pada sereal dan kapas, namun kemudian berevolusi mencakup spektrum komoditas yang jauh lebih luas, mulai dari minyak mentah, batu bara, bijih besi, tembaga, kopi, hingga kakao.

    Meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam, Swiss justru mengukuhkan perannya sebagai fasilitator atau pihak ketiga yang krusial dalam rantai perdagangan komoditas global. Perusahaan-perusahaan di Swiss secara strategis membeli komoditas dari negara-negara produsen untuk kemudian memasarkannya kembali ke berbagai negara lain, tanpa harus melewati pasar domestik Swiss. Keunggulan ini ditopang oleh sistem perbankan dan perpajakan Swiss yang sangat mendukung, menawarkan kemudahan pembiayaan jangka pendek serta beragam fasilitas yang mempermudah perusahaan dalam menjalankan aktivitas perdagangan komoditas.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.