Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Selasa, 13 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Guncangan Ekonomi Global: China Hantam Jepang dengan Larangan Ekspor Barang ‘Dwi-Fungsi’, Ancaman ‘Rare Earth’ Bikin Pasar Bergetar! Akankah Industri Otomotif Jepang Lumpuh?

    Guncangan Ekonomi Global: China Hantam Jepang dengan Larangan Ekspor Barang ‘Dwi-Fungsi’, Ancaman ‘Rare Earth’ Bikin Pasar Bergetar! Akankah Industri Otomotif Jepang Lumpuh?

    Ekonomi 08-01-2026 - 05.062 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Guncangan Ekonomi Global: China Hantam Jepang dengan Larangan Ekspor Barang 'Dwi-Fungsi', Ancaman 'Rare Earth' Bikin Pasar Bergetar! Akankah Industri Otomotif Jepang Lumpuh?

    EraNusantara – Jepang menyuarakan protes keras atas keputusan China melarang ekspor barang dan teknologi "dwi-fungsi" ke sektor militernya. Langkah ini dinilai tidak dapat diterima dan terjadi di tengah memanasnya ketegangan bilateral, serta ancaman pembatasan lebih luas terhadap pasokan mineral logam tanah jarang (rare earth), komoditas vital incaran dunia.

    Barang dwi-fungsi adalah produk, perangkat lunak, atau teknologi yang memiliki potensi penggunaan ganda, baik untuk keperluan sipil maupun militer. Ini mencakup mineral strategis yang krusial untuk produksi drone canggih dan chip semikonduktor, tulang punggung industri modern.

    Guncangan Ekonomi Global: China Hantam Jepang dengan Larangan Ekspor Barang 'Dwi-Fungsi', Ancaman 'Rare Earth' Bikin Pasar Bergetar! Akankah Industri Otomotif Jepang Lumpuh?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Ketegangan ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, akhir tahun lalu, yang mengindikasikan bahwa potensi serangan China ke Taiwan bisa dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Jepang. Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya, menuntut penarikan pernyataan tersebut, namun tidak dipenuhi.

    Sebagai respons, pemerintahan Presiden Xi Jinping meluncurkan serangkaian tindakan balasan. Yang terbaru adalah larangan ekspor barang dwi-fungsi untuk pengguna militer Jepang atau tujuan apa pun yang dapat memperkuat kapabilitas militer negara tersebut.

    Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menegaskan, "Langkah seperti ini, yang secara spesifik hanya menargetkan negara kami, sangat berbeda dari praktik internasional, sama sekali tidak dapat diterima, dan sangat kami sesalkan." Dalam konferensi pers harian, Kihara menolak berspekulasi mengenai dampak spesifiknya terhadap industri Jepang, mengingat jenis barang yang terdampak belum jelas.

    Pasar merespons negatif. Indeks saham Nikkei Jepang anjlok sekitar 1% pada Rabu (7/1/2026), berlawanan dengan tren penguatan di pasar AS dan Eropa. Saham kontraktor pertahanan utama seperti Kawasaki Heavy dan Mitsubishi Heavy terpukul, masing-masing turun sekitar 2%.

    Ancaman tidak berhenti di situ. eranusantara.co melaporkan, mengutip China Daily, bahwa Beijing juga tengah mempertimbangkan pembatasan lanjutan terhadap ekspor logam tanah jarang ke Jepang. Jika diterapkan, kebijakan ini berpotensi mengguncang luas industri manufaktur Jepang, termasuk sektor otomotif yang menjadi salah satu pilar ekonominya.

    Meskipun Jepang telah berupaya mendiversifikasi pasokan logam tanah jarang sejak China menahan ekspor mineral tersebut pada tahun 2010, negara matahari terbit ini masih sangat bergantung pada China untuk sekitar 60% impornya. Untuk jenis logam tanah jarang berat tertentu, yang esensial dalam magnet motor kendaraan listrik dan hibrida, ketergantungan Jepang terhadap China bahkan mendekati total.

    Situasi ini menyoroti kerentanan rantai pasok global dan kompleksitas hubungan ekonomi-politik antarnegara adidaya di Asia Timur.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.