EraNusantara – Spekulasi mengenai perombakan kabinet, khususnya di pos Kementerian Keuangan, kembali mencuat setelah nama ekonom terkemuka sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya Yudhi Sadewa. Isu ini semakin memanas dengan kehadiran Chatib di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (9/6/2026). Namun, saat dikonfirmasi, Chatib Basri justru menunjukkan ekspresi terkejut dan menampik mengetahui isu tersebut.
"Ah masa? Saya nggak tahu," ujar Chatib ringan ketika ditemui oleh awak media di Jakarta Pusat. Responsnya yang santai justru menambah tanda tanya di tengah kencangnya rumor yang beredar.

Kehadiran Chatib di Ibu Kota, yang terkesan mendadak, juga menjadi sorotan. Ketika ditanya apakah kepulangannya ke Indonesia lebih cepat dari jadwal terkait dengan isu pengangkatan sebagai Menteri Keuangan, ia tidak memberikan jawaban pasti. Chatib hanya menjelaskan bahwa saat ini ia sedang memanfaatkan masa liburan dari studinya di Harvard University, Amerika Serikat. "Nggak, di Harvard itu libur sekarang," katanya singkat.
Mengenai agenda pertemuannya di Istana Kepresidenan sore itu dengan Presiden Prabowo Subianto, Chatib mengaku belum mendapatkan informasi detail. Ia bahkan menyarankan untuk menanyakan langsung kepada pihak lain yang hadir, seperti Luhut dan Seto, mengisyaratkan bahwa ia mungkin bukan pihak utama dalam pertemuan tersebut atau agendanya belum sepenuhnya ia pahami. "Tanya Pak Luhut, ada Seto juga dan lain-lain. Saya nggak tahu soal apa," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah telah secara tegas membantah adanya rencana perombakan di posisi Menteri Keuangan. Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan tidak ada pergantian yang akan dilakukan. "Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan," tegas Mensesneg Prasetyo Hadi di Gedung DPR RI pada Senin (8/6/2026), sehari sebelum Chatib Basri ditemui di Istana.
Pernyataan dari pihak Istana ini seolah meredam sementara gejolak spekulasi yang beredar, namun misteri di balik kehadiran Chatib Basri dan agenda pertemuannya tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat politik dan ekonomi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan isu ini, saksikan liputan khusus EraNusantaraSore.
Editor: Rockdisc