EraNusantara – Panggung politik dan ekonomi global kembali menyorot Amerika Serikat, di mana Presiden Donald Trump menyambut langsung kedatangan Presiden China Xi Jinping dalam sebuah kunjungan kenegaraan yang sangat dinanti. Pertemuan puncak antara dua pemimpin negara adidaya ini, yang berlangsung pada akhir September 2026, diprediksi akan menjadi titik krusial bagi arah hubungan bilateral dan stabilitas ekonomi dunia. Ini adalah kunjungan pertama Xi ke tanah Amerika dalam lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus menandai pertemuan ketiganya dengan Trump sejak sang presiden AS memulai masa jabatan keduanya.
Menurut laporan yang dihimpun EraNusantara.co, spektrum pembahasan sangat luas, mencakup isu-isu vital mulai dari regulasi dan etika kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang pesat, hingga dinamika perdagangan global yang diwarnai ‘perang tarif’, serta sensitivitas geopolitik terkait Taiwan. Momentum pertemuan ini juga sangat strategis, mengingat kesepakatan dagang antara AS dan China akan segera berakhir pada November mendatang, menambah urgensi bagi kedua belah pihak untuk mencari titik temu. Delegasi negosiator AS sendiri telah bersiap melanjutkan dialog intensif dengan mitra Tiongkok mereka di Washington, segera setelah kedatangan Presiden Xi.

EraNusantara.co mencatat bahwa meskipun agenda padat, ekspektasi terhadap terpecahkannya perbedaan mendasar masih rendah. "Isu-isu seperti tarif perdagangan yang memanas, regulasi AI, konflik di Iran, dan status Taiwan menjadi sorotan utama. Namun, sangat mungkin bahwa perbedaan pendapat yang menganga lebar tidak akan sepenuhnya terjembatani dalam perundingan yang sarat dengan protokol dan seremoni ini," demikian analisis salah satu pakar ekonomi politik yang dikutip EraNusantara.co.
Gedung Putih sendiri telah menyiapkan penyambutan kenegaraan istimewa untuk Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan. Berikut adalah detail rangkaian acara penting yang akan dilalui kedua pemimpin, sebagaimana dirangkum oleh EraNusantara.co:
Pada hari Rabu (23/9), Presiden Xi dan Ibu Negara Peng Liyuan tiba di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Presiden AS Donald Trump, menandai dimulainya rangkaian kunjungan penting ini.
Keesokan harinya, Kamis (24/9), agenda dipusatkan di Gedung Putih. Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump menjadi tuan rumah jamuan bagi Xi dan Peng. Acara dilanjutkan dengan upacara penyambutan resmi, termasuk inspeksi pasukan militer di Rose Garden Gedung Putih, simbol penghormatan tertinggi. Puncaknya adalah pertemuan bilateral antara Trump dan Xi, diikuti dengan jamuan makan malam kenegaraan yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari kedua negara serta para pemimpin industri teknologi. Kedua presiden juga dijadwalkan untuk menyampaikan pidato yang sangat dinantikan.
Rangkaian kunjungan diakhiri pada Jumat (25/9). Xi dan Peng akan menikmati minum teh secara pribadi di Gedung Putih bersama pasangan Trump, sebuah momen yang diharapkan dapat mempererat hubungan personal. Sebelum bertolak pulang dari Pangkalan Gabungan Andrews, kedua pasangan pemimpin juga dijadwalkan mengunjungi National Archives (Arsip Nasional), tempat dokumen-dokumen fundamental AS seperti Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi tersimpan, sebuah simbol penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai Amerika.
Editor: Rockdisc