Terungkap! Bukan Cuma Matematika, OJK & Kemendikdasmen Resmi Sisipkan ‘Jurus’ Anti-Scam dan Keuangan Syariah di Kurikulum Sekolah! Siap Selamatkan Generasi Muda dari Jerat Pinjol Ilegal?
EraNusantara – Jakarta – Sebuah langkah progresif dan strategis diambil untuk membekali generasi muda Indonesia dengan pengetahuan krusial di era digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menandatangani nota kesepahaman yang akan mengintegrasikan materi literasi keuangan digital dan syariah ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Inisiatif ini diharapkan menjadi tameng ampuh bagi siswa-siswa di seluruh negeri dari berbagai ancaman kejahatan keuangan yang kian kompleks.

Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, menegaskan urgensi kerja sama ini. Menurutnya, pendidikan literasi keuangan sejak dini adalah kunci untuk memitigasi risiko-risiko besar di sektor keuangan, mulai dari jerat pinjaman online ilegal, penipuan (scam), praktik fraud, hingga bahaya judi online yang kian merajalela. Literasi ini akan diberikan langsung sejak usia sekolah, membekali anak-anak Indonesia dengan pemahaman yang mendalam.
"Kita ke depan akan bisa menyelipkan pemahaman mengenai ekosistem keuangan digital dalam kurikulum kita. Ini sangat penting Bapak Ibu sekalian, betapa besar risiko yang kita hadapi di sistem keuangan ketika kita tidak bisa memahami bagaimana sebenarnya bisnis model yang ada di ekosistem ekonomi keuangan digital," ujar Dicky dalam sambutannya di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (24/9/2026), seperti dilansir oleh eranusantara.co.
Dicky menambahkan bahwa pembekalan literasi keuangan akan membentuk siswa menjadi individu yang lebih produktif dan bijak dalam mengelola finansial mereka, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Kita ingin generasi muda yang cakap, bijak, produktif dan terlindungi. Cakap karena memahami keuangan, bijak karena mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, produktif karena pengetahuannya dapat menyertakan nilai tambah, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan terlindungi karena memahami hak, memahami risiko," pungkasnya, menggarisbawahi visi jangka panjang dari program ini.
Dari sisi Kemendikdasmen, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan detail implementasi materi ini. Bahan Ajar Literasi Keuangan untuk Fase E dan F akan dikemas dalam format bacaan yang disusun kolaboratif oleh tim OJK dan sejumlah pakar di bidangnya. Materi-materi tersebut nantinya dapat diakses secara cuma-cuma melalui laman daring Rumah Pendidikan, sebuah platform yang menyediakan berbagai sumber belajar.
"Jadi kami punya layanan namanya Rumah Pendidikan yang di situ, di dalamnya salah satunya adalah ruang di mana kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengakses buku-buku secara gratis, baik buku mata pelajaran atau buku teks maupun buku-buku pendukung atau buku-buku non-teks. Salah satunya adalah buku tentang literasi keuangan syariah yang disusun oleh OJK," terang Abdul Mu’ti, menunjukkan komitmen kementerian dalam menyediakan akses pendidikan yang merata dan relevan.
Inisiatif strategis ini bukan sekadar penambahan materi pelajaran, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter finansial generasi penerus bangsa. Dengan pemahaman yang kuat tentang keuangan digital dan syariah, diharapkan siswa-siswa Indonesia tidak hanya terhindar dari potensi kerugian, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan ekonomi yang berintegritas dan berdaya saing di masa depan.
Editor: Rockdisc