EraNusantara – Pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan selalu menarik perhatian, apalagi jika sosok pendahulu meninggalkan kesan mendalam. Fenomena inilah yang kini dihadapi Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dalam sebuah konferensi pers, Suahasil disorot terkait sentimen publik yang dinilai masih ‘gagal move on’ dari bayang-bayang mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, sebuah realitas yang tercermin jelas dari riuhnya komentar warganet di akun Instagram resmi @menkeuri.
Momen menarik terjadi saat Suahasil Nazara dihadapkan pada pertanyaan krusial mengenai strategi meyakinkan masyarakat bahwa dirinya adalah figur yang tepat memimpin bendahara negara. Alih-alih memberikan jawaban lugas, Suahasil justru melontarkan pertanyaan balik yang membuat suasana konferensi pers di kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, pada Kamis (24/9/2026) menjadi lebih hidup. "Pertanyaan ketiga, kamu nanya? Kamu percaya nggak sama saya?" tanyanya, menatap wartawan dengan ekspresi penuh makna.

Ketika desakan pertanyaan kembali muncul, Suahasil tetap pada gaya komunikasinya yang unik. "Nanya tadi ke saya kan? Masih pengin nanya nggak? Kamu yakin nggak sama saya? Masih nanya nggak? Ya udah gitu aja," ujarnya sembari mengacungkan jempol dan tersenyum tipis, seolah ingin mengakhiri perdebatan. Celetukan ringan namun sarat makna kemudian datang dari Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut. "Paling nggak jempolnya udah sama-sama Pak Purbaya," seloroh Destry, ikut mengacungkan jempol, mengisyaratkan bahwa bahkan gestur kecil pun tak luput dari perbandingan dengan pendahulu.
Memang, pergantian estafet kepemimpinan di Kementerian Keuangan masih menjadi topik hangat di kalangan warganet. Unggahan-unggahan di akun Instagram Kementerian Keuangan kerap dibanjiri komentar yang menunjukkan kerinduan dan apresiasi terhadap Purbaya Yudhi Sadewa. "Kangen Pak Purbaya, sehat-sehat Pak Purbaya mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah," tulis salah satu warganet, menyiratkan doa dan harapan. Komentar lain tak kalah emosional: "Pak Purbaya selamanya selalu diingat dan dicintai rakyat. Sehat selalu dan panjang umur pak." Sentimen ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional publik dengan sosok Purbaya, yang kini menjadi tantangan tersendiri bagi Suahasil.
Namun, perlu diingat bahwa Suahasil Nazara bukanlah wajah baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia adalah figur yang sangat familiar dengan seluk-beluk birokrasi dan kebijakan fiskal negara. Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan pada pertengahan September 2026, Suahasil telah mendampingi Purbaya sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak akhir 2025. Bahkan, rekam jejaknya lebih panjang lagi, karena ia juga pernah menjabat posisi Wakil Menteri Keuangan mendampingi Sri Mulyani Indrawati sejak 2019, serta pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan. Pengalaman panjang ini seharusnya menjadi modal kuat bagi Suahasil dalam memimpin, meskipun bayang-bayang pendahulu masih terasa kuat.
Respons Suahasil yang cenderung retoris ini bisa diinterpretasikan sebagai upaya untuk mengalihkan fokus dari perbandingan personal ke substansi kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya. Ini adalah tantangan klasik bagi setiap pemimpin baru yang menggantikan figur populer: bagaimana membangun identitas dan legitimasi sendiri di tengah ekspektasi dan nostalgia. Bagi Suahasil, tugasnya kini bukan hanya mengelola fiskal negara, tetapi juga memenangkan hati dan kepercayaan publik secara utuh, menunjukkan bahwa visi dan kepemimpinannya memiliki bobot yang sama, atau bahkan lebih, dalam membawa Indonesia menuju stabilitas ekonomi dan kemajuan.
Editor: Rockdisc