
Artikel Berita:
EraNusantara – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman untuk merealisasikan proyek ambisius: membuka 1 juta hektare lahan pertanian baru di Papua Selatan. Targetnya tak main-main, menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat produksi beras terbesar di dunia dan lumbung pangan global. Hal ini disampaikan Amran dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN Indonesia 2025 di Jakarta.
Amran menekankan bahwa jika proyek ini berhasil, luas lahan pertanian di Papua akan melampaui lahan pertanian di Arkansas, Amerika Serikat, yang hanya sekitar 500 ribu hektare. Ia juga menyinggung perkembangan positif di Merauke, di mana lahan pertanian telah mencapai panjang 70 kilometer.
Mentan Amran menceritakan pengalamannya saat mendampingi Prabowo berkunjung ke Merauke. Kala itu, banyak pihak meragukan potensi lahan tersebut, menganggapnya tidak subur dan hanya sebatas wacana. Namun, Amran menjelaskan bahwa masalahnya bukan pada kesuburan tanah, melainkan kurangnya upaya penanaman yang serius.
"Pak Mentan ini kok tumbuh subur?’ iya Pak, karena tidak ditanam hanya diseminarkan," ujar Amran, mengutip pernyataannya saat itu.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga berinteraksi langsung dengan petani setempat untuk memastikan kebenaran informasi. Seorang petani mengungkapkan bahwa lahan tersebut telah menghasilkan panen tiga kali lipat sejak Amran turun tangan langsung. Keberhasilan ini, menurut Amran, tak lepas dari penerapan teknologi modern dalam proses pertanian.
"Dulu satu kali, setelah ada pak Amran ini itu sudah tiga kali," kata Amran menirukan ucapan petani tersebut.
Editor: Rockdisc