Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Jumat, 23 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi -

    Ekonomi 28-06-2026 - 02.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Harga Ayam Terjun Bebas, Peternak di Ambang Kehancuran! Kementan Ungkap Fakta Mengejutkan dan Rencana Penyelamatan Industri Perunggasan Nasional.

    EraNusantara – Jakarta. Industri perunggasan nasional tengah menghadapi badai serius. Harga ayam di tingkat peternak anjlok drastis, jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP), memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha. Kementerian Pertanian (Kementan) tak tinggal diam, segera merespons situasi genting ini dengan serangkaian langkah strategis.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Situasi ini digambarkan sebagai "musibah" oleh para peternak. Asep Saepudin dari Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan, harga ayam hidup di kandang kini merosot hingga Rp 13.000 per kilogram di beberapa wilayah seperti Jawa Barat. Angka ini sangat kontras dengan HPP yang telah mencapai Rp 22.000 hingga Rp 23.000 per kilogram, akibat kenaikan harga bahan baku produksi. "Ini sudah jadi musibah bagi peternak," tegas Asep, sebagaimana dikutip eranusantara.co pada Sabtu (27/6/2026).

    Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, membenarkan kondisi tersebut. Berdasarkan pemantauan Kementan, anjloknya harga dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan yang melimpah dengan kemampuan serap pasar yang terbatas. "Penurunan harga yang terjadi dipengaruhi oleh kondisi pasokan yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan serap pasar," jelas Hary. Ia juga mengakui bahwa harga ayam di kandang pada sejumlah wilayah berada di bawah biaya pokok produksi (HPP) peternak.

    Untuk menanggulangi krisis ini, Kementan telah menerbitkan dua surat penting pada 9 Juni 2026. Surat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nomor B-200/PK.230/F.2/06/2026 berisi Himbauan Penyerapan Livebird di Tingkat Peternak dan Pengendalian Produksi DOC FS Broiler. Disusul Surat Nomor B-203/PK.230/F.2/06/2026 tentang Himbauan Stabilisasi Harga dan Penyerapan Livebird. Melalui surat-surat ini, Kementan mendorong para pelaku usaha besar untuk aktif menyerap ayam hidup (livebird) dari peternak.

    Selain itu, pemerintah juga berupaya mengendalikan produksi DOC (day old chicken) final stock (FS) ayam pedaging (broiler) serta melakukan penyesuaian lain di sepanjang rantai usaha perunggasan, dari hulu hingga hilir, agar dapat berjalan lebih sehat dan berkelanjutan. "Langkah yang dilakukan pemerintah bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, mendorong perbaikan harga livebird di tingkat peternak, serta menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional," papar Hary. Ia menambahkan, implementasi berbagai komitmen yang telah disepakati ini harus terus dikawal dan dievaluasi demi dampak nyata bagi perbaikan kondisi perunggasan nasional.

    Hary Suhada menekankan bahwa stabilitas sektor perunggasan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan dukungan dan komitmen kuat dari seluruh pelaku usaha. Kementan juga menyoroti urgensi ketersediaan data perunggasan yang akurat dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Data ini, menurutnya, adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang holistik dan sesuai dengan realitas lapangan. "Kami berharap terdapat data yang sinkron antara pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, kami membutuhkan keterlibatan aktif dinas-dinas terkait untuk bersama-sama menyusun mekanisme dan langkah teknis dalam memperoleh data perunggasan yang akurat," pungkas Hary.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.