EraNusantara – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah tokoh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya yang asri di Hambalang, Jawa Barat. Diskusi intensif selama tiga jam ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah forum penting untuk mengurai dua isu ekonomi krusial: derasnya arus impor yang mengancam keberlangsungan industri domestik dan urgensi penciptaan jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut mendampingi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyoroti secara tajam peran vital dunia usaha dalam menggerakkan roda perekonomian melalui pembukaan kesempatan kerja. "Seluruh pengusaha, baik yang bernaung di bawah Apindo maupun di luar itu, merupakan tulang punggung sektor riil yang akan terus didorong untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Ini adalah komitmen yang tak bisa ditawar," tegas Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026), mengutip hasil pertemuan tersebut.

Dalam sesi dialog yang konstruktif itu, para pengusaha tak ragu menyampaikan kekhawatiran mendalam mereka. Mereka menyoroti fenomena ‘banjir impor’ yang kerap mengganggu stabilitas produksi dan penjualan produk-produk lokal di pasar domestik. Menanggapi hal ini, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah mengambil serangkaian langkah proaktif untuk membendung dampak negatif dari serbuan barang impor tersebut, meski tantangan masih tetap ada.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin malam (9/2/2026) ini, dimulai pukul 18.50 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB, menjadi platform penting bagi pertukaran pandangan. Momen kebersamaan ini bahkan sempat diabadikan dan dibagikan oleh Presiden Prabowo melalui akun Instagram resminya, @presidenrepublikindonesia, memberikan gambaran sekilas tentang suasana diskusi yang hangat namun serius.
Lebih dari sekadar keluhan, para pengusaha yang hadir juga menegaskan dukungan penuh mereka terhadap visi besar Presiden Prabowo. Visi tersebut mencakup upaya ambisius dalam pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa, serta penguatan sektor industrialisasi yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi kemajuan negara.
Sejumlah figur kunci dari Apindo tampak hadir, menandakan bobot dan urgensi pertemuan ini. Di antara mereka adalah Ketua Dewan Pertimbangan Sofjan Wanandi dan Wakil Ketua Dewan Sudhamek. Dari jajaran Dewan Pimpinan Harian, Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani juga terlihat aktif berdiskusi, didampingi oleh anggota dewan pimpinan harian lainnya.
Dialog antara pemimpin negara dan pelaku usaha ini diharapkan menjadi landasan kokoh bagi perumusan kebijakan ekonomi yang lebih responsif dan berpihak pada kepentingan nasional, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, demikian dilaporkan oleh eranusantara.co.
Editor: Rockdisc