Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody’s Pangkas Outlook Kredit!

    06-02-2026 - 05.06

    Rahasia Mudik Hemat Lebaran Terbongkar! Pemerintah Gelontorkan Diskon Tiket Pesawat Fantastis, Cek Angkanya!

    05-02-2026 - 19.06

    Pemerintah Ambil Langkah Drastis! Jutaan Ton Beras Siap Banjiri Pasar, Harga Dijamin Aman Hingga Februari 2026? Simak Strategi Bapanas!

    05-02-2026 - 05.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody’s Pangkas Outlook Kredit!
    • Rahasia Mudik Hemat Lebaran Terbongkar! Pemerintah Gelontorkan Diskon Tiket Pesawat Fantastis, Cek Angkanya!
    • Pemerintah Ambil Langkah Drastis! Jutaan Ton Beras Siap Banjiri Pasar, Harga Dijamin Aman Hingga Februari 2026? Simak Strategi Bapanas!
    • Purbaya Yudhi Sadewa Blak-blakan: Dituding Mandul, Ia Ungkap Momen Genting Ekonomi Hingga Rumah Sri Mulyani Jadi Sasaran Amarah Publik!
    • Terkuak! Formula Rahasia Excel yang Bikin Karier Akuntansi Anda Melesat Bak Roket: Jangan Sampai Ketinggalan Peluang Emas Ini di 2026!
    • Pulau Pribadi, Jet Mewah, dan Rp 9,3 Triliun: Menguak Jejak Keuangan Jeffrey Epstein, Mantan Guru Matematika yang Mengguncang Dunia dengan Gurita Bisnisnya!
    • Terkuak! Benarkah Kapal Antre 6 Hari di Pelabuhan Tanjung Perak? Pelindo Petikemas Buka-bukaan Fakta di Balik Isu Panas yang Mengguncang Sektor Logistik Nasional, Siap Hadirkan Solusi Revolusioner!
    • Fenomena Global! Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Bikin Rockefeller Foundation Terheran-heran, Ternyata Ini Rahasia di Balik Ledakan Ekonomi dan Gizi!
    • Geger Bursa! Bareskrim Turun Tangan, Ada Apa di Balik Anjloknya IHSG? Praktik Manipulasi Harga Saham Jadi Sorotan Tajam!
    • Misteri Anjloknya Harga Emas: Setelah Pecahkan Rekor Rp 3 Juta, Ada Apa di Balik Koreksi Tajam Logam Mulia Ini?
    Jumat, 6 Februari 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody’s Pangkas Outlook Kredit!

      06-02-2026 - 05.06

      Rahasia Mudik Hemat Lebaran Terbongkar! Pemerintah Gelontorkan Diskon Tiket Pesawat Fantastis, Cek Angkanya!

      05-02-2026 - 19.06

      Pemerintah Ambil Langkah Drastis! Jutaan Ton Beras Siap Banjiri Pasar, Harga Dijamin Aman Hingga Februari 2026? Simak Strategi Bapanas!

      05-02-2026 - 05.06

      Purbaya Yudhi Sadewa Blak-blakan: Dituding Mandul, Ia Ungkap Momen Genting Ekonomi Hingga Rumah Sri Mulyani Jadi Sasaran Amarah Publik!

      04-02-2026 - 19.06

      Terkuak! Formula Rahasia Excel yang Bikin Karier Akuntansi Anda Melesat Bak Roket: Jangan Sampai Ketinggalan Peluang Emas Ini di 2026!

      04-02-2026 - 05.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody’s Pangkas Outlook Kredit!

    Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody’s Pangkas Outlook Kredit!

    Ekonomi 06-02-2026 - 05.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody's Pangkas Outlook Kredit!

    EraNusantara – Lembaga pemeringkat kredit global terkemuka, Moody’s Investors Service, baru-baru ini mengumumkan keputusan penting terkait peringkat kredit Indonesia. Meskipun mempertahankan peringkat pada level Baa2 yang menunjukkan kualitas investasi, Moody’s secara mengejutkan merevisi outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Perubahan ini sontak memicu respons dari jajaran pemerintah dan Bank Indonesia, yang berpendapat bahwa keputusan tersebut mungkin belum sepenuhnya menangkap arah kebijakan ekonomi terbaru yang tengah digulirkan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2025), mengungkapkan bahwa pergeseran outlook ini disinyalir terjadi karena banyak lembaga pemeringkat belum sepenuhnya memahami transformasi kebijakan ekonomi yang sedang berlangsung di Indonesia. Menurut Airlangga, diperlukan upaya lebih lanjut dari pemerintah untuk memberikan penjelasan komprehensif kepada para investor global, khususnya mereka yang bernaung di lembaga riset asing, mengenai fundamental dan strategi baru Indonesia.

    Terungkap! Strategi Ekonomi Revolusioner Indonesia yang Belum Dipahami Dunia, Setelah Moody's Pangkas Outlook Kredit!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Airlangga menjelaskan bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2026 memiliki fokus yang berbeda. APBN kini lebih diarahkan untuk mendanai program-program prioritas unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi, pemerintah kini mengandalkan peran strategis Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. "Inilah yang membedakan. Kalau sebelumnya investasi banyak dilakukan melalui anggaran, sekarang kita sudah punya Danantara. Ini yang banyak rating agency atau capital di pasar keuangan global belum paham," terang Airlangga.

    Lebih lanjut, Airlangga memaparkan bahwa kehadiran Danantara berfungsi sebagai katalis untuk "membuka" dan mereformasi perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). Melalui Danantara, BUMN didorong untuk beroperasi layaknya sektor swasta, sebuah langkah reformasi yang selama ini kerap menjadi tuntutan dari berbagai pihak internasional. "Dengan Danantara, kita sebetulnya meng-unlock dan melakukan reform terhadap stake on enterprise yang selalu mereka minta untuk bisa dipisahkan, dan ini diminta juga untuk mereka bisa bergerak seperti private sector," tambahnya.

    Dalam laporannya, Moody’s sendiri mengakui bahwa afirmasi peringkat Baa2 untuk Indonesia mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kokoh. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid, serta kekuatan struktural seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang secara fundamental menopang prospek pertumbuhan jangka menengah. Kredibilitas kebijakan moneter dan prinsip kehati-hatian fiskal yang terjaga juga turut menopang stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

    Namun, revisi outlook menjadi negatif dipengaruhi oleh pandangan Moody’s terhadap potensi risiko dari penurunan kepastian kebijakan. Lembaga tersebut mengkhawatirkan bahwa jika ketidakpastian ini berlanjut, dapat berimplikasi pada kinerja perekonomian nasional.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa penyesuaian outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. Di tengah gejolak dan ketidakpastian global yang tinggi, kinerja ekonomi domestik tetap menunjukkan soliditas yang mengesankan. Perry merinci bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39%, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tercatat tumbuh 5,1%. Inflasi juga berhasil dijaga pada level 2,92%, tetap berada dalam kisaran sasaran, sementara stabilitas nilai tukar Rupiah terus diperkuat melalui komitmen kuat Bank Indonesia.

    "Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah," papar Perry dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co pada Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran yang didukung oleh infrastruktur stabil dan struktur industri yang sehat juga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

    Menariknya, dalam proyeksinya, Moody’s sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada pada kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, menunjukkan keyakinan terhadap ketahanan ekonomi. Defisit fiskal juga diproyeksikan akan tetap di bawah 3% PDB, sementara kebijakan moneter dianggap akan terus mendukung stabilitas inflasi. Lembaga pemeringkat ini juga memperkirakan rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap terjaga rendah, bahkan di bawah rata-rata negara-negara sebanding.

    Meskipun demikian, Moody’s mengidentifikasi bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan basis penerimaan negara. Peningkatan penerimaan ini dianggap krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sembari tetap menjaga stabilitas makro dan keuangan. Dalam konteks ini, Moody’s mengapresiasi upaya Pemerintah dalam mendorong penerimaan, antara lain melalui peningkatan efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

    Perubahan outlook kredit oleh Moody’s ini menjadi sorotan penting yang menyoroti perlunya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga global. Di satu sisi, pemerintah dan Bank Indonesia meyakini bahwa langkah-langkah strategis baru, khususnya melalui Danantara, akan memperkuat fundamental ekonomi. Di sisi lain, Moody’s melihat adanya potensi risiko dari perubahan arah kebijakan. Dinamika ini akan terus menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar dan investor global.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Rahasia Mudik Hemat Lebaran Terbongkar! Pemerintah Gelontorkan Diskon Tiket Pesawat Fantastis, Cek Angkanya!

    Ekonomi 05-02-2026 - 19.06

    Pemerintah Ambil Langkah Drastis! Jutaan Ton Beras Siap Banjiri Pasar, Harga Dijamin Aman Hingga Februari 2026? Simak Strategi Bapanas!

    Ekonomi 05-02-2026 - 05.06

    Purbaya Yudhi Sadewa Blak-blakan: Dituding Mandul, Ia Ungkap Momen Genting Ekonomi Hingga Rumah Sri Mulyani Jadi Sasaran Amarah Publik!

    Ekonomi 04-02-2026 - 19.06

    Terkuak! Formula Rahasia Excel yang Bikin Karier Akuntansi Anda Melesat Bak Roket: Jangan Sampai Ketinggalan Peluang Emas Ini di 2026!

    Ekonomi 04-02-2026 - 05.06

    Pulau Pribadi, Jet Mewah, dan Rp 9,3 Triliun: Menguak Jejak Keuangan Jeffrey Epstein, Mantan Guru Matematika yang Mengguncang Dunia dengan Gurita Bisnisnya!

    Ekonomi 03-02-2026 - 19.06

    Terkuak! Benarkah Kapal Antre 6 Hari di Pelabuhan Tanjung Perak? Pelindo Petikemas Buka-bukaan Fakta di Balik Isu Panas yang Mengguncang Sektor Logistik Nasional, Siap Hadirkan Solusi Revolusioner!

    Ekonomi 03-02-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0615 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.069 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.448 Views
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.