EraNusantara – Sebuah langkah strategis yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi pedesaan di Jawa Timur baru saja diukir. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi menjalin kolaborasi signifikan dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI). Kemitraan ini berfokus pada penyediaan fasilitas layanan perbankan yang komprehensif, dirancang untuk mengakselerasi pembangunan dan menguatkan kapasitas masyarakat di berbagai pelosok desa.
Winardi Legowo, Direktur Utama Bank Jatim, menjelaskan bahwa aliansi strategis ini merupakan manifestasi konkret dari visi jangka panjang perseroan. "Kami berterima kasih atas kepercayaan Kemendes PDT RI kepada Bank Jatim untuk turut serta dalam pengembangan perekonomian desa di Jawa Timur," ujar Winardi dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co pada Jumat (13/2/2026). Ia menambahkan, kesepakatan ini menggarisbawahi komitmen kedua belah pihak untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan demi pembangunan desa yang terintegrasi. "Fokus utama kami adalah menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kokoh dan berdikari," tegasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung khidmat di Kantor Pusat Bank Jatim pada Kamis (12/2), dengan Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, F.X. Nugroho Setijo Nagoro, mewakili Kemendes PDT. Kehadiran Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, turut memperkuat legitimasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini.
Lingkup perjanjian kolaborasi ini cukup luas, meliputi pertukaran data dan informasi strategis, optimalisasi penggunaan produk dan jasa perbankan yang relevan, serta program sosialisasi dan pendampingan intensif bagi masyarakat desa mengenai literasi keuangan dan akses perbankan. Selain itu, kesepakatan ini juga menekankan penguatan peran Bank Pembangunan Daerah dalam meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan komunitas pedesaan, serta pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Jatim untuk mengakselerasi pembangunan dan pemberdayaan di tingkat desa.
Dalam implementasinya, Kemendes PDT akan bertindak sebagai fasilitator utama, mengoordinasikan berbagai pihak mulai dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Sementara itu, Bank Jatim akan menjadi tulang punggung penyedia dukungan layanan keuangan dan program peningkatan kapasitas masyarakat. "Ini adalah langkah konkret kami untuk mengukuhkan fondasi ekonomi desa, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih cakap finansial dan memiliki akses terhadap pembiayaan yang aman dan terpercaya," imbuh Winardi.
Di sisi lain, F.X. Nugroho Setijo Nagoro dari Kemendes PDT menegaskan bahwa kolaborasi ini selaras dengan agenda kebijakan nasional yang memposisikan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi. "Ekonomi desa memerlukan ekosistem yang solid," kata Nugroho. "Kehadiran Bank Jatim di sini esensial untuk memperkuat pilar-pilar tersebut, mulai dari literasi keuangan, akses pembiayaan, hingga peningkatan kapabilitas dalam distribusi barang dan jasa."
Nugroho lebih lanjut menggarisbawahi pentingnya literasi sebagai kunci agar masyarakat desa dapat mengoptimalkan setiap program yang digulirkan. Pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama, menurutnya, bukan tanpa pertimbangan matang. "Bank Jatim memiliki ikatan psikologis dan karakter yang selaras dengan denyut nadi masyarakat desa," jelasnya. "Sebagai bank milik daerah, kontribusinya dalam memajukan desa sangat kontekstual dan dipastikan tepat sasaran."
Ia berharap Bank Jatim dapat berperan proaktif dalam membekali masyarakat desa dengan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan usaha, memfasilitasi akses pembiayaan yang mudah, serta mendorong penguatan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal. "Sinergi dengan sektor perbankan ini merupakan elemen krusial dari strategi kami untuk menyatukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa yang holistik," pungkas Nugroho.
Editor: Rockdisc