Eranusantara.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program strategis pemerintah terletak pada kuatnya koordinasi antarlembaga. Menurutnya, sinergi lintas kementerian merupakan fondasi utama agar kebijakan yang telah dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto dapat menyentuh masyarakat secara langsung tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Dalam keterangannya pada acara bertajuk "Zulhas Bikin Jelas" yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026), pria yang akrab disapa Zulhas ini menyoroti fenomena lama yang sering menjadi penghambat pembangunan nasional, yakni ego sektoral. Ia memberikan gambaran mengenai bagaimana di masa lalu, koordinasi antarpejabat tinggi seringkali menemui jalan buntu karena masing-masing pihak merasa memiliki kepentingan yang paling dominan.

Zulhas memberikan contoh konkret mengenai sulitnya penyelesaian isu-isu krusial di masa lalu akibat kurangnya sinkronisasi. Ia menyebutkan bahwa urusan teknis seperti nilai ekonomi karbon hingga isu fundamental seperti ketersediaan pangan dan air seringkali tidak kunjung tuntas karena sulitnya mempertemukan para pemangku kepentingan dalam satu meja diskusi yang produktif. Baginya, tantangan terbesar dalam menjalankan kabinet saat ini adalah meruntuhkan tembok pembatas antarinstansi tersebut.
Namun, Zulhas mengungkapkan rasa syukurnya atas dinamika kerja di bawah koordinasinya saat ini. Ia mengklaim bahwa para menteri teknis yang berada di bawah naungan Kemenko Pangan menunjukkan sikap yang sangat kooperatif. Komunikasi yang cair dan keterbukaan untuk bekerja sama menjadi modal utama dalam menjalankan visi besar pemerintah.
Meski demikian, Zulhas tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya hambatan. Ia menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika menemukan menteri teknis yang tidak kooperatif atau menghambat program prioritas Presiden. "Jika mereka tidak kooperatif, saya akan langsung melaporkannya kepada Presiden. Saya dibentuk oleh Presiden untuk memastikan semua program berjalan sesuai jalur," tegasnya dengan lugas.
Terkait evaluasi kinerja, Zulhas mengaku sering mendapatkan pertanyaan langsung dari Presiden Prabowo mengenai performa para menteri di lingkup kerjanya. Ia menyatakan bahwa sejauh ini, penilaian profesionalnya menunjukkan hasil yang positif. Para menteri teknis dinilai aktif, hadir dalam setiap rapat koordinasi, dan menunjukkan progres kerja yang nyata. Walaupun ia mengakui bahwa keputusan akhir mengenai perombakan kabinet atau reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Di sisi lain, Zulhas juga memberikan catatan kritis mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan secara optimal. Ia mengakui adanya kendala dalam implementasi program tersebut. Namun, ia menaruh optimisme tinggi setelah adanya perubahan manajemen yang kini melibatkan tenaga muda yang lebih dinamis. Zulhas meminta publik untuk memberikan waktu sekitar dua bulan guna melihat transformasi dan hasil nyata dari perbaikan manajemen program tersebut.