EraNusantara – Kabar baik bagi geliat perekonomian nasional kembali menyeruak. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tengah merampungkan persiapan paket stimulus ekonomi lanjutan yang dinanti-nanti. Rencananya, kebijakan strategis ini akan diumumkan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin pekan depan, membawa harapan baru bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, inisiatif ini merupakan respons langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap melampaui capaian kuartal pertama. Setelah serangkaian stimulus berhasil digulirkan pada kuartal kedua, pemerintah kini fokus menyiapkan ‘amunisi’ tambahan untuk menopang pertumbuhan di kuartal ketiga dan periode selanjutnya.

Susiwijono mengindikasikan bahwa berbagai insentif yang terbukti efektif dalam menjaga daya beli masyarakat dan memacu roda perekonomian kemungkinan besar akan kembali diperpanjang. Khususnya dari sisi permintaan, pemerintah berencana mengalokasikan bantuan pangan serta beragam insentif fiskal untuk meringankan beban dan mendorong konsumsi.
Tak hanya fokus pada sisi permintaan, pemerintah juga menggarap sektor penawaran. Pertimbangan serius tengah dilakukan untuk memperpanjang fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah terbukti membantu sektor tertentu. Selain itu, dengan dimulainya musim liburan sekolah, diskon tarif transportasi juga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan guna mendorong mobilitas dan aktivitas pariwisata domestik. Meski rincian detailnya belum dapat dibocorkan, Susiwijono memastikan Menko Airlangga akan mengumumkannya secara komprehensif.
Optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional juga diperkuat oleh membaiknya kondisi global. Susiwijono menyoroti meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang diharapkan dapat berkontribusi pada stabilisasi, bahkan penurunan harga minyak dunia. Lebih lanjut, pembukaan kembali jalur pelayaran vital melalui Selat Hormuz diprediksi akan melancarkan kembali rantai pasok global yang sempat terhambat, memberikan angin segar bagi perdagangan internasional dan logistik domestik.
"Dengan kombinasi stimulus domestik dan angin segar dari perbaikan situasi global, pemerintah berharap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga dan bahkan meningkat di periode mendatang," pungkas Susiwijono, penuh keyakinan.
Editor: Rockdisc