Eranusantara.co – Lebih dari seratus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah dilepas pengelolaannya kepada pihak swasta. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari program transformasi BUMN yang digulirkan oleh Danantara, sebuah inisiatif besar untuk merampingkan dan meningkatkan efisiensi sektor perusahaan pelat merah di Indonesia. Pengungkapan ini disampaikan oleh COO Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah acara penting yang menyoroti dua tahun pemerintahan saat ini.
Dony Oskaria menjelaskan bahwa divestasi ini menyasar BUMN-BUMN yang dianggap tidak lagi berada dalam sektor inti atau non-core kompetensi negara. Menurutnya, perusahaan-perusahaan semacam itu akan jauh lebih optimal jika dikelola oleh entitas swasta yang memiliki spesialisasi dan kelincahan lebih. "Dalam transformasi BUMN ini, sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN yang non-core kita lepas kepada swasta. Kami yakin, swasta akan lebih bagus mengelola itu daripada BUMN," tegas Dony dalam acara bertajuk "Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Kamis (8/10/2026).

Visi ke depan adalah menciptakan ekosistem BUMN yang lebih fokus dan berdaya saing. Dony menambahkan, hanya BUMN yang benar-benar bergerak di sektor strategis dan memiliki kompetensi inti yang kuat yang akan dipertahankan. Ini berarti BUMN akan berkonsentrasi pada bidang-bidang yang krusial bagi perekonomian nasional dan memiliki skala besar, di mana peran negara memang dibutuhkan.
Transformasi ini menargetkan pengurangan jumlah BUMN secara drastis. Dari total 1.074 BUMN yang ada sebelumnya, Danantara menargetkan jumlahnya akan menyusut hingga hanya sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun ini. Angka ini menunjukkan skala perampingan yang masif, di mana lebih dari 800 BUMN akan ditutup atau dialihkan kepemilikannya. "Kita memotong BUMN-BUMN kita dari 1.074 yang kita harapkan tahun ini hanya tinggal 200 BUMN saja. Teman-teman bisa bayangkan lebih dari 800 BUMN yang kita tutup dan sektor-sektor yang tidak menjadi core kita, kita berikan kepada swasta," imbuh Dony, menggambarkan ambisi besar di balik program ini.
Langkah divestasi dan perampingan ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi keuangan negara dan kinerja BUMN secara keseluruhan. Dengan fokus pada sektor inti, BUMN yang tersisa diharapkan dapat beroperasi lebih efisien, inovatif, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional. Pengalihan aset dan pengelolaan kepada swasta juga diharapkan dapat membuka ruang bagi investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor yang sebelumnya kurang optimal di bawah pengelolaan negara.
Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan tata kelola BUMN yang lebih sehat, transparan, dan berorientasi pada hasil. Dengan BUMN yang lebih ramping dan fokus, diharapkan negara dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif, menghindari tumpang tindih peran dengan sektor swasta, dan pada akhirnya mewujudkan efisiensi anggaran yang lebih baik demi kemajuan bangsa.