Eranusantara.co – Perum Bulog mengambil langkah progresif dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat. Kali ini, Bulog memberikan keleluasaan istimewa kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dengan menghapus batasan pemesanan beras SPHP, sebuah kebijakan yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pangan pokok murah hingga ke pelosok negeri.
Kebijakan baru ini secara signifikan berbeda dengan perlakuan Bulog terhadap pengecer di pasar yang dilayani melalui Sistem Penyaluran dan Pelayanan Kemitraan (SP2KP). Para pengecer tersebut hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 ton beras dalam sekali pemesanan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa keleluasaan ini merupakan bentuk dukungan penuh Bulog terhadap program Kopdes Merah Putih, sejalan dengan arahan pemerintah yang mewajibkan BUMN untuk turut serta menyukseskan inisiatif strategis tersebut.

"Khusus untuk teman-teman KDKMP yang di bawah Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan untuk KDKMP, kami dukung sepenuhnya," ujar Ahmad di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (9/10/2026), menegaskan komitmen perusahaan. Selain fasilitas pemesanan tanpa batas, Bulog juga memanjakan Kopdes dengan skema pembayaran konsinyasi. Ini berarti Kopdes dapat menerima beras terlebih dahulu dan melakukan pembayaran dalam jangka waktu hingga 30 hari, memberikan fleksibilitas finansial yang sangat membantu operasional mereka.
Dengan kebijakan progresif ini, Bulog berharap dapat memperluas jaringan penjualan berasnya secara signifikan, menjangkau lebih banyak titik distribusi di seluruh Indonesia. Kehadiran beras Bulog di setiap Kopdes Merah Putih semaksimal mungkin akan mempermudah akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau. "Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDKMP semaksimal mungkin. Dan kami akan lebih senang kalau banyak KDKMP-nya, berarti tempat penjualan kami lebih banyak. Dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah di KDKMP," terang Ahmad.
Saat ditanya mengenai volume beras yang telah disalurkan kepada Kopdes Merah Putih, Rizal belum dapat memberikan angka pasti. Namun, ia mengungkapkan bahwa nilai transaksi yang telah berjalan selama ini telah mencapai ratusan miliar rupiah, menunjukkan skala besar dan dampak positif program ini. "Kalau KDKMP yang sudah berjalan ini sudah bertransaksi, sudah ratusan miliar ya. Sudah ratusan miliar. Dan bahkan ditambah lagi dengan rencana yang 100 KDKMP yang kemarin diperintahkan untuk segera dibuka," tambahnya, mengisyaratkan potensi pertumbuhan yang lebih besar di masa mendatang.
Inisiatif ini menandai upaya serius Bulog dan pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai garda terdepan dalam distribusi beras SPHP, diharapkan stabilitas harga dan pasokan pangan dapat terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi di tingkat desa.