Eranusantara.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung dan bersikap kooperatif terhadap hasil investigasi keselamatan yang dirilis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Laporan tersebut menyoroti insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di wilayah Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Bagi KAI, temuan investigasi semacam ini bukan sekadar catatan, melainkan fondasi krusial untuk memastikan perbaikan yang tepat sasaran dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan kesiapan perusahaan untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan oleh KNKT. "KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," ujar Anne dalam keterangannya baru-baru ini. Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas utama KAI terhadap keamanan operasional dan kepercayaan publik.

Selama proses investigasi berlangsung, KAI tidak tinggal diam. Berbagai langkah antisipasi keselamatan telah diimplementasikan sebagai upaya proaktif. Di antaranya adalah percepatan penanganan perlintasan sebidang, yang dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Selain itu, KAI juga memberlakukan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi sebagai langkah mitigasi risiko. Koordinasi berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan juga terus diperkuat, khususnya terkait aspek prasarana yang vital bagi kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api.
KNKT telah menyampaikan serangkaian rekomendasi keselamatan berdasarkan hasil investigasi dan analisis mendalam yang mereka lakukan. KAI menegaskan akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui evaluasi komprehensif dan penyempurnaan pada aspek-aspek yang menjadi kewenangan perusahaan. Ini mencakup tidak hanya perbaikan teknis, tetapi juga peningkatan prosedur operasional dan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
"Kami tidak ingin evaluasi berhenti sebagai dokumen semata. Rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi perbaikan nyata di lapangan, baik pada prosedur, kesiapan sumber daya manusia, maupun koordinasi antar pihak, termasuk edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan di perlintasan sebidang," tambah Anne. Ia juga memastikan bahwa tindak lanjut ini akan berjalan efektif dan terus dikoordinasikan dengan regulator serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Lebih lanjut, KAI secara konsisten memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan, memastikan setiap petugas memiliki kesiapan optimal, serta mengevaluasi sistem dan proses operasional secara berkala. Setiap temuan dari evaluasi ini dianggap sebagai masukan berharga untuk memperbaiki cara kerja dan memperkuat sistem keselamatan secara berkelanjutan. Komitmen ini mencerminkan budaya perusahaan yang selalu belajar dan beradaptasi demi pelayanan terbaik.
"Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal," pungkas Anne. KAI akan terus menjalankan rekomendasi keselamatan sesuai kewenangan perusahaan, berkoordinasi erat dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan aspek keselamatan menjadi bagian utama dalam setiap pengembangan dan penyempurnaan operasional perkeretaapian di Indonesia.