Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Terkuak! Luhut Buka-bukaan Desak Reformasi Bea Cukai Total: ‘Orang ke Orang’ Bikin Bobrok, AI Jadi Kunci Selamatkan Penerimaan Negara!

    26-05-2026 - 05.07

    Terkuak! Strategi Ganda BCA Mengguncang Panggung Ekonomi 2026: Ribuan UMKM Lokal Siap Mendunia Lewat Kolaborasi Spektakuler!

    25-05-2026 - 19.06

    Fenomena WFH Mengubah Takdir! Dari Meja Kerja ke Dapur Sukses, Pria Ini Bangun Gurita Bisnis Kuliner Binaan BRI yang Bikin Geleng-geleng Kepala

    25-05-2026 - 05.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Terkuak! Luhut Buka-bukaan Desak Reformasi Bea Cukai Total: ‘Orang ke Orang’ Bikin Bobrok, AI Jadi Kunci Selamatkan Penerimaan Negara!
    • Terkuak! Strategi Ganda BCA Mengguncang Panggung Ekonomi 2026: Ribuan UMKM Lokal Siap Mendunia Lewat Kolaborasi Spektakuler!
    • Fenomena WFH Mengubah Takdir! Dari Meja Kerja ke Dapur Sukses, Pria Ini Bangun Gurita Bisnis Kuliner Binaan BRI yang Bikin Geleng-geleng Kepala
    • Terkuak! Di Balik Perpanjangan Bansos Beras dan Minyak Goreng hingga Juni: Strategi Jitu Pemerintah Redam Gejolak Harga dan Amankan Dapur Anda!
    • Terungkap! Cara Cerdas Bawa Pulang AC Polytron 1 PK dengan Diskon Rp 1,6 Juta di Transmart Full Day Sale: Cek Tanggal dan Syaratnya Sekarang!
    • Krisis Global Mengintai, Tapi Pemerintah RI Malah Pede! Apa Resepnya Hingga Yakin Lebih Kuat dari 2008?
    • Geger di Kementerian PU! Menteri Dody Panggil ASN dari London, Larang Keras Flexing dan Hina Program Strategis Pemerintah: Ini Alasannya!
    • Jangan Kaget! Long Weekend Idul Adha Dijamin Anti Putus Koneksi: Strategi Cerdas Top Up Game dan Internet Praktis Kini Terungkap!
    • Ada Apa dengan Data Ekspor Indonesia? Airlangga Ungkap Alasan di Balik Pembentukan BUMN Raksasa Pengelola SDA Strategis, Ini Efeknya!
    Selasa, 26 Mei 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Terkuak! Luhut Buka-bukaan Desak Reformasi Bea Cukai Total: ‘Orang ke Orang’ Bikin Bobrok, AI Jadi Kunci Selamatkan Penerimaan Negara!

      26-05-2026 - 05.07

      Terkuak! Strategi Ganda BCA Mengguncang Panggung Ekonomi 2026: Ribuan UMKM Lokal Siap Mendunia Lewat Kolaborasi Spektakuler!

      25-05-2026 - 19.06

      Fenomena WFH Mengubah Takdir! Dari Meja Kerja ke Dapur Sukses, Pria Ini Bangun Gurita Bisnis Kuliner Binaan BRI yang Bikin Geleng-geleng Kepala

      25-05-2026 - 05.06

      Terkuak! Di Balik Perpanjangan Bansos Beras dan Minyak Goreng hingga Juni: Strategi Jitu Pemerintah Redam Gejolak Harga dan Amankan Dapur Anda!

      24-05-2026 - 19.06

      24-05-2026 - 05.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Jangan Kaget! 828 Ribu Ton Beras SPHP Siap Banjiri Pasar Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Kucurkan Triliunan Demi Harga Stabil. Ada Aturan Baru Pembelian dan Kemasan yang Wajib Anda Tahu!

    Jangan Kaget! 828 Ribu Ton Beras SPHP Siap Banjiri Pasar Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Kucurkan Triliunan Demi Harga Stabil. Ada Aturan Baru Pembelian dan Kemasan yang Wajib Anda Tahu!

    Ekonomi 05-03-2026 - 05.064 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Jangan Kaget! 828 Ribu Ton Beras SPHP Siap Banjiri Pasar Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Kucurkan Triliunan Demi Harga Stabil. Ada Aturan Baru Pembelian dan Kemasan yang Wajib Anda Tahu!

    EraNusantara – Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan beras nasional melalui kelanjutan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. Setelah sukses mengawal distribusi di awal tahun sebagai perpanjangan program 2025, Bapanas secara resmi meluncurkan fase baru SPHP beras untuk tahun 2026 yang akan berlangsung mulai Maret hingga Desember. Program masif ini menargetkan penyaluran 828 ribu ton beras dengan dukungan anggaran subsidi harga mencapai Rp 4,97 triliun, siap digelontorkan untuk masyarakat di seluruh penjuru negeri. Perum Bulog, sebagai ujung tombak pelaksana, diinstruksikan untuk memprioritaskan distribusi ke wilayah-wilayah yang bukan sentra produksi padi atau yang tidak sedang mengalami panen raya.

    Strategi distribusi ini dirancang cermat untuk menciptakan keseimbangan pasar. Di daerah yang sedang panen raya, penyaluran beras SPHP tetap dimungkinkan, namun dengan volume terbatas dan pengawasan ketat terhadap harga beras di tingkat konsumen. Langkah ini krusial guna melindungi harga gabah petani agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sebuah upaya pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah melimpahnya pasokan.

    Jangan Kaget! 828 Ribu Ton Beras SPHP Siap Banjiri Pasar Hingga Akhir Tahun, Pemerintah Kucurkan Triliunan Demi Harga Stabil. Ada Aturan Baru Pembelian dan Kemasan yang Wajib Anda Tahu!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kestabilan harga beras tak lepas dari perhatian serius Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, yang juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian. Ia menekankan bahwa ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini berada pada level yang sangat impresif, menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program SPHP. "Indonesia akan kita jadikan lumbung pangan dunia, itu adalah visi besar kita," tegas Amran dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co pada 4 Maret 2026. Ia menambahkan, "Stok CBP kita hari ini sudah mencapai 3,7 juta ton. Proyeksi kami, pertengahan Maret bisa menembus 4 juta ton, bahkan akhir bulan berpotensi menyentuh angka 5 juta ton. Ini menunjukkan bahwa beras, sebagai inti pangan kita, harus selalu tersedia dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui Bulog."

    Inovasi juga diterapkan pada petunjuk teknis (juknis) SPHP beras di tingkat konsumen tahun 2026, sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 34 Tahun 2026. Mulai tahun ini, beras SPHP akan tersedia dalam dua varian kemasan utama: 5 kilogram (kg) dan 2 kg, memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumen. Sementara itu, kemasan 50 kg akan didistribusikan secara khusus untuk wilayah-wilayah tertentu seperti Maluku, Papua, serta daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan), atau berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah.

    Bapanas juga memberlakukan regulasi baru terkait batas pembelian maksimal. Konsumen kini dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kg, atau 2 kemasan untuk varian 2 kg. Penting untuk dicatat, beras SPHP yang telah dibeli tidak diperkenankan untuk dijual kembali. Larangan ini diberlakukan mengingat adanya unsur subsidi dari anggaran negara yang melekat pada produk tersebut, memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat.

    Struktur Harga Beras SPHP di Tiga Lini Distribusi

    Untuk memastikan transparansi dan keterjangkauan, Bapanas telah merinci struktur harga beras SPHP di tiga lini rantai pasok distribusi, disesuaikan dengan zonasi wilayah:

    • Wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi:

      • Harga di Gudang Bulog: Rp 11.000 per kg
      • Harga dari Distributor ke Downline (maksimal): Rp 11.700 per kg
      • Harga di Tingkat Konsumen (maksimal): Rp 12.500 per kg
    • Wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan:

      • Harga di Gudang Bulog: Rp 11.300 per kg
      • Harga dari Distributor ke Downline (maksimal): Rp 12.000 per kg
      • Harga di Tingkat Konsumen (maksimal): Rp 13.100 per kg
    • Wilayah Maluku dan Papua:

      • Harga di Gudang Bulog: Rp 11.500 per kg
      • Harga dari Distributor ke Downline (maksimal): Rp 12.300 per kg
      • Harga di Tingkat Konsumen (maksimal): Rp 13.500 per kg

    Keberhasilan program SPHP sebelumnya, yang diperpanjang hingga akhir Februari 2026 dengan realisasi penjualan mencapai 1,025 juta ton, telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas inflasi beras nasional. Data menunjukkan, tingkat inflasi beras secara bulanan di awal tahun 2026 jauh lebih terkendali dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada Januari dan Februari 2026, inflasi beras tercatat masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,43 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, di mana inflasi beras melonjak dari 0,63 persen menjadi 5,28 persen, serta lebih stabil dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 0,36 persen dan 0,26 persen. Ini menjadi indikator positif efektivitas intervensi pemerintah melalui SPHP.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah melalui Bapanas dan Bulog berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras, menjaga daya beli masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Terkuak! Luhut Buka-bukaan Desak Reformasi Bea Cukai Total: ‘Orang ke Orang’ Bikin Bobrok, AI Jadi Kunci Selamatkan Penerimaan Negara!

    Ekonomi 26-05-2026 - 05.07

    Terkuak! Strategi Ganda BCA Mengguncang Panggung Ekonomi 2026: Ribuan UMKM Lokal Siap Mendunia Lewat Kolaborasi Spektakuler!

    Ekonomi 25-05-2026 - 19.06

    Fenomena WFH Mengubah Takdir! Dari Meja Kerja ke Dapur Sukses, Pria Ini Bangun Gurita Bisnis Kuliner Binaan BRI yang Bikin Geleng-geleng Kepala

    Ekonomi 25-05-2026 - 05.06

    Terkuak! Di Balik Perpanjangan Bansos Beras dan Minyak Goreng hingga Juni: Strategi Jitu Pemerintah Redam Gejolak Harga dan Amankan Dapur Anda!

    Ekonomi 24-05-2026 - 19.06

    Ekonomi 24-05-2026 - 05.06

    Terungkap! Cara Cerdas Bawa Pulang AC Polytron 1 PK dengan Diskon Rp 1,6 Juta di Transmart Full Day Sale: Cek Tanggal dan Syaratnya Sekarang!

    Ekonomi 23-05-2026 - 19.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Rahasia di Balik Kebijakan Keuangan Baru: Purbaya vs. Sri Mulyani, Siapa yang Lebih Tepat?

    16-09-2025 - 19.0616 Views

    UU Konsumen Ancam Tutup UMKM? Sanksi 5 Tahun Penjara & Denda Miliar Bikin Geger!

    05-06-2025 - 19.0611 Views

    Rekor! Ekspor Ikan RI Tembus Triliunan Rupiah Saat Lebaran, Rahasianya?

    08-04-2025 - 11.4411 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.