EraNusantara – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, dengan optimis menyatakan bahwa model ekonomi koperasi tetap relevan dan bahkan semakin diminati oleh generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial, di era modern ini. Antusiasme ini bukan tanpa alasan, terbukti dari munculnya berbagai klaster koperasi inovatif yang diprakarsai langsung oleh kaum muda, mulai dari koperasi konten kreator, petani milenial, hingga animator. Fenomena ini, menurut Ferry, mencerminkan peningkatan literasi ekonomi di kalangan generasi Z.
Pernyataan ini disampaikan Ferry dalam sebuah Kuliah Umum bertajuk "Membangun Koperasi Sebagai Pilar Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mewujudkan Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945" yang berlangsung di kampus HKBP Nommensen Medan pada Rabu (29/7/2026). Ia menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) secara aktif menerima pendaftaran dan siap mendampingi pertumbuhan koperasi-koperasi baru, termasuk yang berasal dari kalangan mahasiswa, seperti yang potensial di kampus HKBP Nommensen.

Ferry menegaskan komitmen Kemenkop UKM untuk memberikan pendampingan, pembinaan, hingga fasilitasi penuh, tidak hanya bagi koperasi yang sudah ada, tetapi juga secara khusus untuk koperasi yang digerakkan oleh anak-anak muda. Lebih lanjut, ia menyoroti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebuah program strategis pemerintah, sebagai wadah potensial bagi mahasiswa dan kaum muda untuk mengembangkan diri dan berkarya. Dengan rencana pengelolaan tujuh gerai utama oleh KDKMP, terbuka lebar kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam operasionalisasinya. "Lulusan kampus Nommensen dapat menjadikan koperasi atau KDKMP sebagai tempat belajar, mengaktualisasikan diri, dan mengembangkan potensi," ujarnya.
Proses operasionalisasi KDKMP, lanjut Ferry, membutuhkan penyempurnaan berkelanjutan dengan pendekatan kualitatif yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan spesifik di setiap daerah, khususnya Provinsi Sumatra Utara. Oleh karena itu, masukan dan kontribusi dari Universitas HKBP Nommensen sangat diharapkan untuk mendampingi implementasi KDKMP di wilayah tersebut. Apresiasi tinggi disampaikan Ferry kepada Universitas HKBP Nommensen atas komitmennya mendukung program strategis ini. Dukungan dari berbagai pihak, terutama akademisi, diyakini akan menjadikan KDKMP sebagai simpul penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Mengakhiri sesi diskusi, Ferry menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian integral dari misi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengarahkan kembali ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi. "Presiden bertekad menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional, mengembalikan marwahnya sesuai konstitusi," jelas Ferry.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Muara Sakti Simbolon, menyatakan kesiapan penuh seluruh civitas akademika untuk mendukung program KDKMP dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Effendi menilai gagasan besar Presiden Prabowo ini sangat relevan dan sejalan dengan amanat konstitusi. "Kami siap menjadi mitra dan garda terdepan pemerintah dalam menggaungkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa," tegas Effendi, seraya menambahkan kepuasan atas diskusi yang telah berlangsung. Ia optimis KDKMP akan menjadi salah satu program andalan pemerintah.
Acara ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kemenkop UKM Panel Barus, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, serta jajaran pimpinan Universitas HKBP Nommensen, termasuk Ketua Yayasan Effendi Muara Sakti Simbolon, Sekretaris Yayasan Pdt. Enig Sonatha Aritonang, dan Rektor Richard A. M. Napitupulu.
Editor: Rockdisc