Bukan Sekadar Batik Biasa! PNM Ubah Hidup 50 Penyandang Disabilitas di Bekasi Lewat Keterampilan Ini, Intip Rahasianya!
EraNusantara – Di tengah hiruk pikuk upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, kelompok penyandang disabilitas seringkali masih berjuang keras menembus sekat-sekat kesempatan kerja. Potensi besar yang mereka miliki kerap terganjal minimnya akses terhadap pelatihan dan peluang usaha yang layak. Menyadari urgensi ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli, mengambil langkah konkret dengan menggelar pelatihan ecoprint bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Inisiatif ini bukan sekadar mengajarkan teknik membatik dengan motif alami dari dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, pelatihan ini dirancang sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi, membuka gerbang bagi produk kreatif yang tak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga selaras dengan tren fesyen berkelanjutan yang kian digandrungi di Indonesia. Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkreasi dan berdaya, melainkan pemicu lahirnya inovasi dan semangat juang.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan akan mencapai dampak maksimal ketika masyarakat dibekali keterampilan aplikatif yang langsung bisa diubah menjadi peluang usaha. "Kami berharap pelatihan ini menjadi pijakan awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomi substansial. Dengan bekal keterampilan dan rasa percaya diri, para peserta akan lebih siap merintis usaha secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Kindaris dalam keterangan yang diterima eranusantara.co, belum lama ini.
Kindaris menambahkan, pelatihan ecoprint juga berperan vital dalam membangun kepercayaan diri para peserta. Seringkali, tantangan terbesar bagi penyandang disabilitas bukan hanya keterbatasan akses pekerjaan, melainkan juga minimnya ruang untuk menunjukkan kapabilitas dan potensi diri. Komitmen PNM ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pemberdayaan yang merata, menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, melalui beragam pelatihan keterampilan guna meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi.
Dalam lanskap ekonomi kreatif yang terus berkembang dan menuntut produk bernilai tambah serta ramah lingkungan, keterampilan seperti ecoprint menawarkan prospek cerah bagi penyandang disabilitas untuk turut berkontribusi. Dari selembar kain yang dihiasi sentuhan alam, terpancar harapan bahwa keterbatasan fisik bukan lagi penghalang untuk berkreasi dan berdaya. Ini adalah langkah maju dalam mewujudkan ekonomi yang benar-benar inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Dengan semangat "Disabilitas Berdaya," PNM berharap program ini dapat menjadi katalisator bagi lahirnya wirausahawan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan pribadi, keluarga, dan pada akhirnya, memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Kehadiran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya dalam kegiatan ini, menjadi bukti nyata kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang esensial demi terwujudnya kemandirian ekonomi bagi lebih banyak penyandang disabilitas. Sinergi ini menunjukkan bahwa pemberdayaan adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan yang lebih adil dan sejahtera.
Editor: Rockdisc