Eranusantara.co – Industri penerbangan nasional kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), yang merupakan anak usaha dari Garuda Indonesia di bawah naungan Danantara Indonesia, secara resmi telah mengamankan konsesi jangka panjang untuk mengoperasikan fasilitas perawatan pesawat di Oman. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi perusahaan perawatan pesawat (MRO) asal Indonesia dalam merambah pasar global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan prestisius ini melibatkan Otoritas Penerbangan Sipil Oman (CAA) yang memberikan hak operasional kepada GMF selama 20 tahun ke depan. Penandatanganan kontrak kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, bersama Presiden CAA Oman, Eng Naif Ali Hamed Al-Abri. Prosesi bersejarah ini berlangsung di tengah perhelatan Civil Aviation Investment Forum (CAIF) 2026 yang bertempat di Kantor Pusat CAA, Muscat, Oman.

Melalui konsesi ini, GMF akan mengelola fasilitas perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Muscat. Kehadiran GMF di Oman bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan sebuah upaya untuk mendekatkan layanan teknis berkualitas tinggi milik Indonesia ke jantung pasar penerbangan dunia. Posisi geografis Oman yang sangat strategis diprediksi akan menjadi pintu gerbang bagi GMF untuk menjangkau pelanggan dari wilayah Timur Tengah, Afrika, hingga benua Eropa.
Andi Fahrurrozi menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas MRO di Oman merupakan langkah awal untuk membangun eksistensi operasional yang lebih kuat di kawasan tersebut. Menurutnya, GMF ingin memanfaatkan kapabilitas teknis yang telah dibangun selama bertahun-tahun di tanah air untuk menjawab kebutuhan pasar internasional. "Kami melihat peluang besar untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan industri aviasi di Oman," ungkap Andi dalam keterangan resminya.
Dalam skema kemitraan ini, CAA Oman bertindak sebagai pemilik hanggar sekaligus regulator yang memastikan seluruh operasional berjalan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional yang ketat. Di sisi lain, GMF memegang tanggung jawab penuh untuk mengembangkan dan mengoperasikan hanggar serta seluruh fasilitas pendukungnya. Proses pembangunan dan pengembangan fasilitas ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan dinamika pasar dan rencana bisnis jangka panjang yang telah disepakati.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, GMF juga memperkuat aspek sumber daya manusia. Dalam forum yang sama, GMF menjalin kolaborasi dengan Mach Aerospace International melalui penandatanganan dokumen peringatan untuk meningkatkan kemampuan teknis tenaga kerja. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa layanan perawatan pesawat di Oman didukung oleh tenaga ahli yang mumpuni.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keahlian teknis yang dikembangkan oleh anak usaha BUMN di bawah Danantara Indonesia mampu bersaing di level dunia. Ekspansi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri penerbangan global.