Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Aturan Baru Insentif Makan Bergizi Gratis

    01-10-2026 - 13.20

    Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September

    01-10-2026 - 12.35

    Perlindungan Properti Revolusioner Tiba di RI

    01-10-2026 - 12.06
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Aturan Baru Insentif Makan Bergizi Gratis
    • Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September
    • Perlindungan Properti Revolusioner Tiba di RI
    • Harga Pangan Naik Bikin Inflasi September Naik
    • Harga Emas Antam Kembali Merosot Tajam
    • Dapur Makan Gratis Kini Dibayar Per Porsi
    • Pemerintah Libatkan Semua Pihak Kejar Akurasi Bansos
    • Ojol Resmi Masuk Kategori Transportasi
    • Bansos Pakai Data Baru dan Subsidi Jadi Tunai
    • Bantuan Rp 31 Triliun Siap Guyur Ekonomi Rakyat
    Kamis, 1 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Aturan Baru Insentif Makan Bergizi Gratis

      01-10-2026 - 13.20

      Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September

      01-10-2026 - 12.35

      Perlindungan Properti Revolusioner Tiba di RI

      01-10-2026 - 12.06

      Harga Pangan Naik Bikin Inflasi September Naik

      01-10-2026 - 11.35

      Harga Emas Antam Kembali Merosot Tajam

      01-10-2026 - 11.20
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September

    Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September

    Ekonomi 01-10-2026 - 12.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September

    Eranusantara.co – Gejolak harga pangan kembali menghantui rumah tangga Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi di Tanah Air mencapai 0,30% secara bulanan pada September 2026. Kenaikan ini didominasi oleh lonjakan harga komoditas pangan, terutama cabai dan daging ayam, yang menjadi pemicu utama tertekannya daya beli masyarakat.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta awal Oktober 2026, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,88% dan menyumbang andil inflasi signifikan sebesar 0,26% terhadap total inflasi nasional. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga paling terasa di sektor kebutuhan pokok sehari-hari.

    Dapur Rakyat Tercekik Inflasi Pangan September
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Secara lebih rinci, Ateng memaparkan beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada bulan September. Cabai rawit menduduki peringkat teratas dengan andil inflasi sebesar 0,08%. Menyusul kemudian adalah daging ayam ras yang menyumbang 0,05%, dan beras dengan andil inflasi 0,03%. Selain itu, cabai merah juga turut berkontribusi sebesar 0,06%, telur ayam ras 0,02%, serta ikan segar dan kangkung masing-masing 0,01%. Daftar ini menunjukkan betapa beragamnya bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, membebani anggaran belanja rumah tangga.

    Penurunan produksi komoditas hortikultura menjadi salah satu biang kerok di balik melambungnya harga cabai. Ateng menjelaskan bahwa cabai rawit mengalami penurunan produksi di beberapa daerah sentra penting seperti Garut, Temanggung, Bandung, Sampang, dan Magelang. Situasi serupa juga terjadi pada cabai merah, dengan penurunan produksi yang signifikan di Bandung, Garut, dan Malang. Gangguan pasokan dari sentra produksi ini secara langsung memicu kenaikan harga di pasar-pasar konsumen.

    Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, adanya peningkatan kebutuhan yang didorong oleh program MBG (Makan Bergizi Gratis) di beberapa daerah. Program ini secara tidak langsung meningkatkan permintaan di pasar. Kedua, harga pakan ternak yang terus merangkak naik, menekan biaya produksi bagi peternak dan pada akhirnya berimbas pada harga jual daging ayam di pasaran.

    Selain faktor pangan, perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi juga turut menyumbang tekanan inflasi. Pada September 2026, Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga sekitar 7%, Dexlite melonjak 20%, dan Pertamina Dex naik 19%. Meskipun tidak secara langsung masuk dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kenaikan harga BBM ini memiliki efek domino yang dapat meningkatkan biaya transportasi dan logistik, pada akhirnya memengaruhi harga barang dan jasa lainnya, termasuk komoditas pangan.

    Ateng Hartono menegaskan bahwa berbagai faktor ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. "Hal-hal ini perlu menjadi perhatian terkait dampaknya terhadap perubahan harga terutama komoditas pangan," pungkasnya. Tekanan inflasi yang bersumber dari kebutuhan pokok ini berpotensi menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, dan memerlukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan ekonomi nasional.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Aturan Baru Insentif Makan Bergizi Gratis

    Ekonomi 01-10-2026 - 13.20

    Perlindungan Properti Revolusioner Tiba di RI

    Ekonomi 01-10-2026 - 12.06

    Harga Pangan Naik Bikin Inflasi September Naik

    Ekonomi 01-10-2026 - 11.35

    Harga Emas Antam Kembali Merosot Tajam

    Ekonomi 01-10-2026 - 11.20

    Dapur Makan Gratis Kini Dibayar Per Porsi

    Ekonomi 01-10-2026 - 08.35

    Pemerintah Libatkan Semua Pihak Kejar Akurasi Bansos

    Ekonomi 01-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.