EraNusantara – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menjadi sorotan utama di tengah dinamika ekonomi nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang periode Januari hingga November 2025, sebanyak 79.302 individu telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Menanggapi lonjakan angka PHK yang mengkhawatirkan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah telah merumuskan pendekatan inovatif untuk mengatasi fenomena tersebut.
Menurut Airlangga, akar permasalahan PHK yang berujung pada peningkatan angka pengangguran dapat diatasi secara fundamental melalui upaya masif penciptaan lapangan kerja. Untuk mengakselerasi pertumbuhan kesempatan kerja ini, pemerintah kini meluncurkan inisiatif layanan ‘debottlenecking’. Layanan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi dan mencari solusi konkret atas berbagai kendala yang dihadapi oleh sektor usaha.

Airlangga menambahkan, dengan terselesaikannya hambatan-hambatan bisnis, diharapkan para pengusaha akan lebih termotivasi dan mampu untuk memperluas operasionalnya, yang secara langsung akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru oleh sektor swasta.
"Terkait dengan Satgas (Satuan Tugas), nanti kita sedang dorong bahwa yang utama dari pencegahan PHK adalah penciptaan lapangan kerja. Jadi kita dorong bagaimana debottlenecking untuk penciptaan lapangan kerja," ujar Airlangga saat ditemui di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/12/2025), seperti dikutip dari eranusantara.co.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa layanan debottlenecking ini telah mulai beroperasi. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan platform daring berupa situs web untuk menampung aduan dan masukan melalui laman resmi https://lapor.satgasp2sp.go.id/. Inisiatif ini secara resmi diluncurkan sejak 16 Desember 2025 oleh Kementerian Keuangan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu ketenagakerjaan.
Layanan ini diharapkan menjadi solusi ampuh yang memungkinkan para pengusaha untuk meningkatkan skala ekonomi mereka. Pada akhirnya, peningkatan ini tidak hanya akan berkontribusi pada pengurangan angka PHK, tetapi juga membuka lebih banyak peluang kerja baru bagi masyarakat.
"Jadi company per company. Jadi sudah kita menyelesaikan dan membahas persoalan sektoral dan juga detail. Ini yang kita akan dorong ke depan," papar Airlangga, menekankan pendekatan yang komprehensif dan terperinci dalam menangani setiap kasus dan sektor usaha.
Editor: Rockdisc