EraNusantara – Pemerintah Indonesia, melalui sinergi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, memastikan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng senilai Rp 11,92 triliun akan segera disalurkan tanpa penundaan. Program strategis ini, yang menargetkan 33,2 juta penerima di seluruh negeri, merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin ketersediaan pangan dan meringankan beban masyarakat.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan komitmen pemerintah dalam keterangan tertulis Bapanas pada Sabtu (28/2/2026). "Bantuan pangan tidak ditunda. Ini sudah menjadi direktif Bapak Presiden, tentu harus dilaksanakan dan sesegera mungkin," ujar Ketut. Ia menambahkan bahwa persiapan matang sangat krusial mengingat skala distribusi yang masif, memastikan kelengkapan barang dan metode penyaluran yang efektif oleh Bulog.

Sebagai langkah konkret, Bapanas telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Direktur Utama Perum Bulog per 26 Februari lalu, mengonfirmasi ketersediaan anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas. Bulog kini diinstruksikan untuk segera menyusun rencana jadwal penyaluran di seluruh wilayah Indonesia.
Fokus juga diberikan pada pengumpulan stok Minyakita, minyak goreng rakyat yang menjadi bagian dari bantuan. Kebutuhan Minyakita untuk program bantuan pangan 2026 mencapai 132.980.436 liter. Ketut menjelaskan, "Kita sedang mengumpulkan alokasi minyak goreng untuk Minyakita. Nah kalau nanti Minyakita kita sudah dapat, tentu Bulog segera akan menyalurkan dan harus segera dilakukan." Kesiapan stok sebelum penyaluran menjadi prioritas utama.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, telah menetapkan alokasi pasokan Minyakita per 24 Februari, meminta 73 produsen minyak goreng berkoordinasi intensif dengan Bulog dalam pemenuhan target Domestic Margin Obligation (DMO) tersebut. Regulasi terkait, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, mewajibkan produsen mendistribusikan minimal 35 persen dari realisasi DMO mereka kepada Bulog atau BUMN pangan sebagai Distributor Lini 1 (D1), dengan harga yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024.
Secara keseluruhan, program ini akan menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per penerima setiap bulan. Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mendistribusikan total 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Lima provinsi dengan jumlah penerima bantuan terbesar meliputi Jawa Barat (6.093.530 penerima), Jawa Timur (5.638.478 penerima), Jawa Tengah (5.071.126 penerima), Sumatera Utara (1.756.846 penerima), dan Banten (1.298.597 penerima).
Dengan persiapan yang matang dan dukungan regulasi yang kuat, pemerintah optimis bantuan pangan ini dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran, memberikan dampak positif signifikan bagi jutaan keluarga di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasti penyaluran akan diumumkan oleh eranusantara.co.
Editor: Rockdisc