Geger! Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 330 Kg Emas: Jaringan Internasional China-India Terkuak, Modus Licik Bikin Geleng-Geleng Kepala!
EraNusantara – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal berskala besar, menyita total 330 kilogram logam mulia sejak awal tahun hingga pertengahan September 2026. Operasi senyap ini mengungkap jaringan internasional yang melibatkan aktor dari China dan India, menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap perekonomian negara dan integritas pasar komoditas.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, pada Selasa (15/9/2026), Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa angka 330 kilogram merupakan akumulasi dari serangkaian penindakan hukum yang dilakukan di berbagai titik perbatasan dan pintu masuk-keluar Indonesia. "Jumlah total yang berhasil kami cegah untuk dibawa keluar dari Indonesia mencapai kurang lebih 330 kilogram, terhitung hingga 14 September," jelas Djaka, menyoroti efektivitas pengawasan aparat dalam mengamankan aset negara.
Djaka juga menambahkan bahwa emas sitaan yang perkaranya telah tuntas dan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) akan dilelang. Hasil lelang tersebut, menurutnya, akan disalurkan sebagai penerimaan negara, mengembalikan kerugian yang berpotensi timbul akibat aktivitas ilegal ini. Langkah ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa kejahatan ekonomi tidak akan dibiarkan merugikan keuangan negara.
Secara lebih spesifik, dari total penindakan tersebut, 29 kilogram di antaranya berhasil diamankan dalam rentang waktu 5 hingga 14 September 2026. Emas ilegal ini disita dari empat bandara internasional utama di Indonesia: Bandara Kualanamu (Medan), Soekarno Hatta (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Denpasar), dan Sam Ratulangi (Manado), menunjukkan luasnya jangkauan operasi penyelundupan yang terorganisir.
Djaka merinci, nilai keseluruhan 29 kilogram emas yang disita dari keempat bandara tersebut diperkirakan mencapai Rp 73,3 miliar. Lebih lanjut, upaya penyelundupan ini berpotensi merugikan penerimaan negara dari bea keluar hingga Rp 8,5 miliar, sebuah angka yang berhasil diselamatkan berkat kesigapan petugas. Angka ini menggambarkan betapa besar potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas ilegal tersebut.
Modus operandi yang digunakan para penyelundup pun terbilang licik dan beragam. Mereka mencoba menyembunyikan logam mulia ini di dalam peralatan elektronik, menyelipkannya di antara barang bawaan penumpang, bahkan menggunakan metode body strapping atau menempelkannya langsung pada tubuh untuk mengelabui petugas di pintu-pintu pemeriksaan.
Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, berkoordinasi dengan Bea Cukai, mengungkap adanya dua jaringan penyelundupan emas ilegal internasional yang berbeda: jaringan China dan jaringan India. Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Bambang Wijanarko, menjelaskan bahwa jaringan China mengarahkan pengiriman emas ke Hong Kong. Sementara itu, jaringan India memiliki rute yang lebih kompleks, meliputi Bangkok, Manila, hingga Dubai. Pihak kepolisian bahkan telah mengidentifikasi beneficial owner atau pemodal utama dari jaringan India yang berdomisili di Dubai.
"Setiap kali ada penindakan penyelundupan emas ilegal di bandara internasional, kami selalu menindaklanjuti dengan pendalaman hingga ke hulu," ungkap Bambang. Ia menambahkan bahwa Bareskrim telah mengantongi nama-nama anggota jaringan China dan sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan profiling serta upaya pengejaran, termasuk melalui penerbitan red notice jika diperlukan.
Bambang menegaskan, penanganan kasus penyelundupan emas ilegal ini tidak akan berhenti di pintu bandara saja. Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas rantai pasok hingga ke hulu, melacak sumber emas yang diduga kuat berasal dari praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di berbagai provinsi di Indonesia. "Dapat kami pastikan bahwa jaringan China dan India ini adalah entitas yang berbeda, namun keduanya dikendalikan langsung dari luar negeri. Kami terus berupaya mengidentifikasi dan mengejar pihak-pihak yang menyuplai emas dari pertambangan ilegal tersebut," pungkasnya, menandakan tekad kuat aparat dalam memberantas kejahatan ekonomi ini.
Editor: Rockdisc