Eranusantara.co – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait munculnya modus penipuan baru yang mengatasnamakan institusi tersebut. Para pelaku penipuan kini mulai menyasar calon mitra dengan menjanjikan percepatan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Modus yang dijalankan para oknum ini sangat rapi dan terencana. Mereka mendatangi calon mitra potensial dengan memberikan janji manis bahwa proses operasional dapur MBG dapat dipercepat. Untuk meyakinkan korban, oknum tersebut biasanya menunjukkan dokumen palsu berupa nota dinas verifikasi dan validasi. Dengan dalih dokumen tersebut, mereka meminta sejumlah uang sebagai imbalan agar proses perizinan atau pembukaan dapur berjalan lebih kilat.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa segala bentuk permintaan uang yang mengatasnamakan BGN untuk kepentingan tertentu adalah murni penipuan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur oleh janji-janji manis yang tidak masuk akal, terutama jika sudah melibatkan transaksi finansial tanpa kejelasan prosedur resmi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk tindakan yang mencatut nama Badan Gizi Nasional. Jangan sampai masyarakat terjebak dalam informasi yang belum terverifikasi. Sangat penting untuk memastikan kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta validitas informasi yang disampaikan sebelum mengambil tindakan apa pun," ujar Tysa dalam keterangan resminya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, memperingatkan bahwa tindakan mencatut nama instansi pemerintah demi keuntungan pribadi adalah pelanggaran hukum yang serius. Ia menekankan bahwa segala bentuk operasional dan verifikasi di lingkungan BGN memiliki prosedur resmi yang tidak melibatkan pungutan liar atau pembayaran tunai kepada oknum tertentu.
"Pencatutan nama institusi untuk meminta uang dengan iming-iming percepatan layanan adalah tindakan ilegal yang memiliki konsekuensi hukum. Kami meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru memenuhi permintaan tersebut dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi kami," tegas Khairul.
Bagi masyarakat yang merasa telah menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan serupa, BGN menyarankan agar segera mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Bukti tersebut dapat berupa tangkapan layar pesan komunikasi, identitas pelaku, hingga dokumen palsu yang sempat ditunjukkan oleh oknum tersebut. Bukti ini sangat krusial untuk membantu proses penyelidikan hukum lebih lanjut.
Untuk memastikan keabsahan informasi, masyarakat disarankan untuk selalu menggunakan saluran komunikasi resmi milik BGN. Jika menemukan kejanggalan, masyarakat dapat melaporkannya melalui layanan call center resmi SAGI 127, melalui kanal SP4N-LAPOR!, atau mendatangi langsung Pusat Pelayanan Terpadu di Kantor BGN. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penipuan yang merusak citra program pemerintah ini.