Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Aturan Baru Outsourcing BUMN

    06-10-2026 - 13.35

    Ambisi Besar Hilirisasi Indonesia

    06-10-2026 - 13.20

    Ijazah Aman Perusahaan Dilarang Menahan

    06-10-2026 - 12.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Aturan Baru Outsourcing BUMN
    • Ambisi Besar Hilirisasi Indonesia
    • Ijazah Aman Perusahaan Dilarang Menahan
    • Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang
    • Era Baru Perlindungan Pekerja di Indonesia
    • Hasil Audit BPK Terhadap Keuangan Negara
    • Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu
    • Perajin Tahu Terjepit Impor Meski Harga Melambung
    • Makan Gratis Ala Jepang di Sekolah Indonesia
    • Nasib Dapur Makan Bergizi Gratis
    Selasa, 6 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Aturan Baru Outsourcing BUMN

      06-10-2026 - 13.35

      Ambisi Besar Hilirisasi Indonesia

      06-10-2026 - 13.20

      Ijazah Aman Perusahaan Dilarang Menahan

      06-10-2026 - 12.35

      Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang

      06-10-2026 - 12.06

      Era Baru Perlindungan Pekerja di Indonesia

      06-10-2026 - 11.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang

    Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang

    Ekonomi 06-10-2026 - 12.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang

    Eranusantara.co – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dengan tegas menepis anggapan yang menyebut Indonesia berada dalam kondisi "gelap." Sebaliknya, ia mengemukakan sejumlah indikator ekonomi dan pencapaian signifikan yang menunjukkan bahwa Indonesia justru sedang berada dalam fase "terang," terutama dalam sektor pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum penting di Jakarta, menyoroti kemajuan yang telah dicapai negara.

    Fokus utama bantahan Hashim adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras, sebuah capaian yang disebutnya melampaui target yang sebelumnya ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto, bahkan tiga tahun lebih cepat dari perkiraan. Ia mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini telah mencapai sekitar 5,3 juta ton dan terus bertambah. Jumlah ini begitu melimpah, hingga kapasitas gudang milik pemerintah tidak mampu menampung seluruh cadangan beras yang ada, memaksa pemerintah untuk menyewa gudang milik swasta. Hashim mengklaim bahwa pencapaian ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dalam kurun waktu 42 tahun terakhir.

    Hashim Djojohadikusumo Ungkap Fakta Indonesia Terang
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Ini adalah kali pertama Indonesia kembali mencapai swasembada beras dalam kurun waktu 42 tahun terakhir. Ini merupakan salah satu pencapaian besar kita. Maka dari itu, ketika ada yang menyebut Indonesia Gelap, jawabannya adalah tidak, Indonesia Terang. Kita berhasil melampaui target tiga tahun lebih cepat," ungkap Hashim dalam acara International Sustainability Forum yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026).

    Selain beras, pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai dalam waktu tiga tahun ke depan. Langkah strategis ini diambil untuk semakin memperkuat stabilitas pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Hashim menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia secara mendasar sangat solid, menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Ia menambahkan, pemerintah juga telah menetapkan program food estate seluas 2 juta hektar di Papua, yang diklaim tanpa harus mengalihfungsikan kawasan hutan, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Tidak hanya fokus pada produksi, pemerintah juga menetapkan kebijakan strategis sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani dalam negeri. Salah satu kebijakan krusial adalah kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah/beras sebesar 50%, dari semula Rp 4.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram. Di samping itu, harga pupuk juga dipangkas sebesar 20%, sebuah langkah yang sangat meringankan beban para petani.

    Hashim menggarisbawahi bahwa peningkatan HPP dan pemangkasan harga pupuk ini telah berdampak signifikan pada tingkat kesejahteraan sekitar 120 juta rakyat Indonesia yang bergantung pada sektor pertanian, khususnya penanaman padi. Ia menyebutkan bahwa tingkat kesejahteraan mereka kini mencapai level tertinggi sejak era 1980-an, menunjukkan dampak positif yang nyata dari kebijakan pemerintah. Dengan berbagai capaian dan kebijakan pro-rakyat ini, Hashim optimis bahwa narasi "Indonesia Gelap" adalah pandangan yang keliru, dan sebaliknya, Indonesia sedang berada dalam jalur kemajuan yang terang.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Aturan Baru Outsourcing BUMN

    Ekonomi 06-10-2026 - 13.35

    Ambisi Besar Hilirisasi Indonesia

    Ekonomi 06-10-2026 - 13.20

    Ijazah Aman Perusahaan Dilarang Menahan

    Ekonomi 06-10-2026 - 12.35

    Era Baru Perlindungan Pekerja di Indonesia

    Ekonomi 06-10-2026 - 11.35

    Hasil Audit BPK Terhadap Keuangan Negara

    Ekonomi 06-10-2026 - 11.20

    Limbah Kedelai Kunci Hidup Usaha Tahu

    Ekonomi 06-10-2026 - 08.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.