Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Rahasia Agar Pelanggan Balik Lagi ke Bisnis Anda

    04-10-2026 - 22.35

    Rahasia UMKM Tumbuh Pesat Raih Untung Besar

    04-10-2026 - 22.35

    Target Ekonomi 6 Persen Butuh Modal Jumbo

    04-10-2026 - 22.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Rahasia Agar Pelanggan Balik Lagi ke Bisnis Anda
    • Rahasia UMKM Tumbuh Pesat Raih Untung Besar
    • Target Ekonomi 6 Persen Butuh Modal Jumbo
    • Terkuak 5 PO Bus Paling Banyak Melanggar
    • Bahaya Calo Rekrutmen ABK Perikanan
    • G20 Tegas Larang Pangan Jadi Senjata Politik
    • Rp 31 Triliun Siap Guyur Ekonomi Nasional
    • Pencabutan Izin Kapal Imbas Dugaan Perbudakan ABK
    • Panci Teflon Maxim Maspion Diskon Gila Transmart
    • Misteri Kekerasan di Kapal Maulana 23
    Minggu, 4 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Rahasia Agar Pelanggan Balik Lagi ke Bisnis Anda

      04-10-2026 - 22.35

      Rahasia UMKM Tumbuh Pesat Raih Untung Besar

      04-10-2026 - 22.35

      Target Ekonomi 6 Persen Butuh Modal Jumbo

      04-10-2026 - 22.20

      Terkuak 5 PO Bus Paling Banyak Melanggar

      04-10-2026 - 22.06

      Bahaya Calo Rekrutmen ABK Perikanan

      04-10-2026 - 20.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - G20 Tegas Larang Pangan Jadi Senjata Politik

    G20 Tegas Larang Pangan Jadi Senjata Politik

    Ekonomi 04-10-2026 - 20.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    G20 Tegas Larang Pangan Jadi Senjata Politik

    Eranusantara.co – Dunia internasional melalui forum G20 telah mencapai kesepakatan krusial untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan global. Dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, para menteri perdagangan dari negara-negara anggota G20 secara bulat menyatakan penolakan terhadap penggunaan komoditas pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik.

    Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menegaskan bahwa pangan adalah kebutuhan paling mendasar yang berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, menjadikan akses terhadap pangan sebagai alat untuk menekan negara lain dalam konflik politik atau persaingan kekuasaan dianggap sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara moral maupun hukum internasional.

    G20 Tegas Larang Pangan Jadi Senjata Politik
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Para Menteri Perdagangan G20 menolak upaya menjadikan pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik. Pangan berhubungan dengan kelangsungan hidup dan upaya penekanan melalui pangan tidak dapat dibenarkan," ujar pria yang akrab disapa Busan tersebut dalam keterangan resminya, sebagaimana dilansir dari laman Kemendag.

    Selain isu pangan, pertemuan tersebut juga membahas berbagai tantangan perdagangan global yang kompleks, mulai dari masalah kelebihan kapasitas produksi (excess capacity), isu kerja paksa, hingga penerapan tarif Most Favored Nation (MFN) di bawah naungan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Seluruh negara G20 sepakat bahwa isu-isu sensitif ini harus diselesaikan melalui kolaborasi nyata dan aksi bersama, bukan melalui konfrontasi sepihak.

    Terkait isu kelebihan kapasitas, Budi Santoso memberikan catatan penting bahwa penilaian terhadap fenomena ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau hanya berdasarkan label politik. Menurutnya, lonjakan ekspor atau ketidakseimbangan perdagangan tidak serta-merta berarti ada kelebihan kapasitas yang bersifat struktural. Penilaian harus berbasis data yang spesifik, melihat dinamika permintaan dan penawaran, serta memahami karakteristik unik dari setiap sektor industri.

    Indonesia sendiri telah menyiapkan tiga strategi utama dalam menghadapi tantangan kelebihan kapasitas global. Pertama, melakukan diagnosis mendalam sebelum mengambil langkah penanganan. Kedua, menerapkan instrumen pengamanan perdagangan untuk melindungi industri dalam negeri tanpa memicu ketegangan antarnegara. Ketiga, mendorong transformasi ekonomi melalui kerja sama internasional guna menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat.

    Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga prinsip MFN dalam sistem perdagangan multilateral. Prinsip ini dianggap sebagai kunci untuk menjaga kepastian hukum dan sikap nondiskriminatif dalam perdagangan antarnegara. Jika prinsip MFN melemah, maka komitmen akses pasar yang telah dinegosiasikan selama ini bisa terancam.

    Menutup pernyataannya, Mendag Budi Santoso juga menyentuh isu kerja paksa. Indonesia berkomitmen penuh pada penghapusan kerja paksa demi melindungi martabat pekerja. Namun, ia mengingatkan agar isu hak asasi manusia ini tidak disalahgunakan sebagai alat politik untuk menjatuhkan atau memberi sanksi sepihak kepada negara lain demi kepentingan strategis tertentu. Menurutnya, perlindungan pekerja harus menjadi komitmen nyata, bukan sekadar instrumen kontrol politik.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Rahasia Agar Pelanggan Balik Lagi ke Bisnis Anda

    Ekonomi 04-10-2026 - 22.35

    Rahasia UMKM Tumbuh Pesat Raih Untung Besar

    Ekonomi 04-10-2026 - 22.35

    Target Ekonomi 6 Persen Butuh Modal Jumbo

    Ekonomi 04-10-2026 - 22.20

    Terkuak 5 PO Bus Paling Banyak Melanggar

    Ekonomi 04-10-2026 - 22.06

    Bahaya Calo Rekrutmen ABK Perikanan

    Ekonomi 04-10-2026 - 20.35

    Rp 31 Triliun Siap Guyur Ekonomi Nasional

    Ekonomi 04-10-2026 - 19.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.