Eranusantara.co – Jakarta – Sejarah baru terukir di kancah pemerintahan Indonesia dengan dilantiknya Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pertama Republik Indonesia. Usai menerima amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10/2026), Dradjad tidak membuang waktu. Ia langsung bergerak cepat menuju kantor Kemenko Perekonomian, menegaskan komitmennya untuk segera beradaptasi dan berkontribusi dalam upaya percepatan roda ekonomi nasional.
Setibanya di gedung Kemenko Perekonomian, Dradjad segera berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pertemuan awal ini, yang juga melibatkan para deputi, menjadi fondasi penting untuk memahami ruang lingkup tugas dan pembagian peran yang akan diemban. "Tadi saya langsung menghadap Pak Menko. Kan tugas saya membantu beliau," ujar Dradjad, menunjukkan sikap sigap dan fokus pada kolaborasi.

Posisi Wamenko Perekonomian merupakan jabatan yang baru pertama kali dibentuk dalam struktur kabinet Indonesia. Kehadiran Dradjad diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan akselerasi program-program strategis di bawah Kemenko Perekonomian, mengingat kompleksitas tantangan ekonomi global dan domestik. Penunjukan ini juga mengindikasikan prioritas pemerintah dalam memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dradjad menegaskan bahwa tidak akan ada seremoni serah terima jabatan (sertijab) maupun penyambutan resmi. Hal ini sejalan dengan prinsip efisiensi dan urgensi kerja yang ingin ia tanamkan sejak awal. "Kan Wamenko kan belum ada, jadi enggak perlu sertijab. Kalau penyambutan-penyambutan enggak usahlah, yang penting langsung kerja," tegasnya, menekankan bahwa fokus utamanya adalah langsung terjun ke lapangan dan menjalankan tugas.
Ketika ditanya mengenai alasannya langsung bekerja usai pelantikan, Dradjad dengan lugas menyatakan, "Ekonomi kita perlu gerak cepat." Pernyataan ini mencerminkan pemahamannya akan dinamika perekonomian yang membutuhkan respons cepat dan adaptif. Komitmennya untuk tidak melakukan Work From Home (WFH) juga menunjukkan etos kerja yang tinggi, siap hadir penuh di kantor mulai esok hari.
Meskipun belum merinci pembagian tugas spesifik dengan Menko Airlangga, Dradjad mengisyaratkan bahwa ia telah mendapatkan gambaran awal yang komprehensif. "Nanti lah. Jadi beliau sudah menyampaikan apa saja yang menjadi tugas di Kemenko Perekonomian. Terus para deputi juga sudah menyampaikan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa detail lebih lanjut akan diimplementasikan seiring berjalannya waktu, dengan janji untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Langkah cepat yang diambil Dradjad pasca-pelantikan ini menjadi sinyal kuat bagi publik dan pelaku ekonomi bahwa pemerintah serius dalam menghadapi tantangan perekonomian. Dengan pengalaman dan latar belakang yang dimilikinya, kehadiran Wamenko Perekonomian pertama ini diharapkan mampu membawa angin segar dan percepatan dalam perumusan serta implementasi kebijakan ekonomi yang pro-rakyat dan berkelanjutan. Kesediaan untuk langsung bekerja tanpa jeda menunjukkan dedikasi tinggi demi kemajuan ekonomi Indonesia.