EraNusantara – Selama lebih dari satu abad, PT Pegadaian (Persero) telah mengukuhkan diri sebagai penyedia layanan gadai yang terpercaya. Namun, citra tradisional tersebut kini berevolusi drastis. Perusahaan pelat merah ini tidak lagi sekadar tempat menggadaikan barang, melainkan telah menjelma menjadi pemain kunci dalam ekosistem emas nasional, sebuah transformasi yang bahkan menarik perhatian Presiden RI Prabowo Subianto atas lonjakan laba bersihnya yang mencapai 84,4% pada paruh pertama tahun 2026. Sekitar 90 persen dari portofolio gadai perusahaan saat ini berbentuk emas, menjadi fondasi kuat bagi Pegadaian untuk mengembangkan lini bisnis yang lebih luas dan inovatif.
Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyoroti kinerja impresif BUMN, termasuk Pegadaian. "Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400%," ujar Prabowo. Ia melanjutkan, "Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%." Pernyataan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai salah satu BUMN dengan performa paling cemerlang di tengah upaya pembenahan.

Titik Balik: Lahirnya Bank Emas Nasional
Titik balik signifikan dalam perjalanan transformasi Pegadaian terjadi pada akhir tahun 2024. Saat itu, perusahaan berhasil mengantongi izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebuah capaian monumental yang menjadikannya perusahaan pertama di Indonesia dengan kewenangan penuh untuk mengoperasikan Layanan Bank Emas. Ini bukan sekadar penambahan layanan, melainkan pergeseran paradigma bisnis yang fundamental, menempatkan Pegadaian sebagai pionir dalam pengelolaan aset emas secara terintegrasi dan modern.
Sejalan dengan ambisi transformasinya, Pegadaian juga memperkuat infrastruktur digitalnya melalui peluncuran aplikasi ‘Tring!’. Aplikasi ini, yang merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital, resmi diperkenalkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Tring! hadir dengan antarmuka yang lebih modern, fitur yang semakin komprehensif, serta sistem keamanan yang ditingkatkan. Keunggulan utamanya adalah integrasi layanan Pegadaian konvensional dan Syariah dalam satu platform, menghilangkan kebutuhan pengguna untuk berpindah-pindah aplikasi. Dengan konsep ‘1 User ID, Semua Kebutuhan’, proses registrasi dan verifikasi data menjadi lebih efisien dan hemat waktu.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keamanan. "Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik," ujarnya, seperti dikutip eranusantara.co.
Ekosistem Emas yang Terus Menggeliat
Ekspansi bisnis Pegadaian dalam ekosistem emas tidak hanya didukung oleh izin dan aplikasi, tetapi juga oleh skala operasional yang masif. Saat ini, ekosistem Bank Emas yang dikelola oleh Pegadaian, bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, telah mengelola sekitar 153 ton emas dengan estimasi nilai mencapai Rp 360 triliun. Angka ini menunjukkan dominasi Pegadaian dalam pasar emas nasional dan potensi kontribusinya terhadap stabilitas ekonomi.
Transformasi bisnis yang agresif ini terbukti berbanding lurus dengan peningkatan kinerja keuangan perusahaan yang luar biasa. Sepanjang Semester I 2026, Pegadaian berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, melonjak 84,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 3,58 triliun. Tak hanya laba, total aset perusahaan juga meroket 53,9% menjadi Rp 186,33 triliun dari Rp 121,1 triliun di tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.
Yang lebih menggembirakan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan oleh penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.
Damar Latri Setiawan mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," ujarnya kepada eranusantara.co. Ia menambahkan, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit karena karakteristiknya sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global. "Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," imbuhnya.
Empat Pilar Layanan Bank Emas Inovatif
Layanan Bank Emas Pegadaian tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam empat produk inovatif yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
- Deposito Emas: Memungkinkan nasabah menyimpan emas fisik atau saldo emas dengan tenor tertentu dan memperoleh imbal hasil berupa tambahan gramasi emas setiap periodenya, sehingga nilai aset emas nasabah terus bertumbuh.
- Pinjaman Modal Kerja Emas: Ditujukan bagi pelaku industri emas, seperti pengrajin dan pedagang perhiasan, yang membutuhkan modal usaha. Pinjaman ini diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik, melindungi pelaku usaha dari risiko fluktuasi harga emas dunia.
- Jasa Titipan Emas Korporasi: Menyediakan layanan penyimpanan bagi entitas bisnis yang membutuhkan vault berstandar keamanan internasional, tanpa harus membangun fasilitas penyimpanan sendiri.
- Perdagangan Emas: Melayani transaksi jual-beli emas batangan maupun perhiasan secara langsung melalui anak usaha Pegadaian, Galeri 24.
Produk-produk tersebut melengkapi lini bisnis emas yang sudah lebih dulu ada, seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas, yang memungkinkan masyarakat memulai investasi emas mulai dari nominal kecil.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, menegaskan komitmen perusahaan. "Kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!," jelasnya.
Dari sekadar penyedia layanan gadai konvensional hingga menjadi pilar utama ekosistem bank emas terintegrasi, perjalanan bisnis Pegadaian adalah bukti nyata bagaimana transformasi strategis mampu membuka gerbang pertumbuhan baru yang signifikan. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di pasar, tetapi juga menjadi fondasi kokoh untuk terus memperluas akses layanan keuangan berbasis emas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, demi "MengEMASkan Indonesia."
Editor: Rockdisc