EraNusantara – Anggapan bahwa karier di sektor lingkungan hanya milik para aktivis atau lulusan jurusan spesifik akan dikupas tuntas. Shana Fatina, seorang pakar energi berkelanjutan dan pendiri Komodo Water, siap mematahkan stigma tersebut dalam gelaran Pertamina Talks Episode 2. Acara yang mengusung tema provokatif ‘Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi’ ini akan membuka wawasan baru tentang potensi ekonomi hijau yang tak terbatas.
Sejak tahun 2010, Shana telah aktif merajut ekosistem bisnis yang berlandaskan prinsip keberlanjutan. Portofolionya mencakup beragam inisiatif, mulai dari pengembangan energi bersih, solusi pengelolaan limbah inovatif, hingga program pemberdayaan komunitas yang berdampak. Yang menarik, perjalanan profesionalnya justru berawal dari bangku Teknik Industri di ITB, sebuah latar belakang yang mungkin tak terduga bagi seorang pionir di bidang lingkungan. Ini membuktikan keyakinannya bahwa keberlanjutan bukan sekadar idealisme atau gerakan aktivisme, melainkan sebuah model bisnis yang kokoh dan mampu memberikan keuntungan nyata di dunia modern.

Dalam sesi diskusi mendatang, Shana akan secara gamblang meluruskan persepsi keliru yang seringkali melekat pada ‘green jobs’. Ia menegaskan bahwa pekerjaan di sektor hijau tidak eksklusif bagi mereka yang berlatar belakang aktivisme lingkungan atau lulusan ilmu lingkungan. Menurutnya, setiap individu, dari disiplin ilmu apa pun, memiliki potensi besar untuk berkontribusi. Kuncinya adalah memiliki pola pikir yang mampu melihat setiap permasalahan lingkungan sebagai sebuah peluang emas untuk menciptakan solusi inovatif dan bernilai ekonomi.
Salah satu inisiatif konkret yang akan menjadi sorotan adalah UCOllect Box, sebuah fasilitas pengumpulan minyak jelantah yang kini telah tersebar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Bagi Shana, program ini bukan hanya sekadar upaya daur ulang, melainkan representasi nyata dari ekonomi sirkular yang patut didukung dan diperluas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan inisiatif semacam ini dapat tumbuh dan memberikan dampak yang lebih besar.
Tak hanya berbagi pengalaman, Shana juga dijadwalkan akan menyampaikan pesan inspiratif khusus bagi para mahasiswa dan generasi muda yang berkeinginan untuk mulai berkontribusi di ranah keberlanjutan. Ia menyarankan agar langkah awal dapat dimulai dari identifikasi masalah nyata di lingkungan sekitar, tanpa harus menunggu proyek berskala raksasa. Lebih lanjut, Shana menggarisbawahi urgensi untuk membangun solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga terukur dan mampu dibuktikan dampak positifnya secara konkret.
Pertamina Talks Episode 2 ini akan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 15.00-16.30 WIB. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mendapatkan wawasan berharga. Acara dapat disaksikan secara langsung melalui eranusantara.co, kanal YouTube eranusantara.co dan Pertamina, akun Instagram @detikfinanceofficial, serta TikTok eranusantara.co. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian Pertamina Talks dapat diakses melalui eranusantara.co/tag/pertaminatalks.
Editor: Rockdisc