Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    12-10-2026 - 07.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan
    • Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat
    • Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi
    • Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN
    • Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui
    • SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari
    • Misteri Defisit APBN Capai Rp 319 Triliun
    • Strategi Baru Suahasil Kelola Kemenkeu
    • Mentan Siapkan Solusi Abadi Peternakan Nasional
    • Lombok Berdenyut Sambut Pesta Balap Dunia 2026
    Selasa, 27 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

      12-10-2026 - 08.35

      Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

      12-10-2026 - 08.06

      Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

      12-10-2026 - 07.35

      Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

      12-10-2026 - 07.20

      Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

      12-10-2026 - 05.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Menguak Tabir PHK Massal Tokopedia: Dari ‘Gemuk’ Hingga Hanya Tersisa Segelintir Karyawan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Menguak Tabir PHK Massal Tokopedia: Dari ‘Gemuk’ Hingga Hanya Tersisa Segelintir Karyawan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Ekonomi 03-07-2026 - 16.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Menguak Tabir PHK Massal Tokopedia: Dari 'Gemuk' Hingga Hanya Tersisa Segelintir Karyawan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    EraNusantara – Tokopedia kembali menjadi sorotan publik menyusul beredarnya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dikabarkan mencapai angka fantastis, hingga 90% dari total karyawan. Kabar ini bukan kali pertama menerpa raksasa e-commerce yang telah berusia 17 tahun tersebut, terutama sejak 75% sahamnya diakuisisi oleh TikTok pada akhir 2023 lalu. Rentetan "badai efisiensi" ini memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan Tokopedia di bawah kendali ByteDance, induk usaha TikTok.

    Isu terbaru yang merebak di awal Juli 2026 ini, sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya akun Instagram @ecommurz, menyebutkan bahwa ByteDance berencana hanya menyisakan sekitar 10% karyawan Tokopedia. Menanggapi desas-desus ini, manajemen TikTok, melalui juru bicaranya, secara resmi mengonfirmasi adanya upaya penyelarasan organisasi di divisi riset dan pengembangan (R&D) guna mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. "Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok dalam pernyataannya kepada eranusantara.co, dikutip Jumat (3/7/2026). Pernyataan ini, meskipun tidak merinci jumlah pasti karyawan yang terdampak, mengindikasikan adanya restrukturisasi signifikan.

    Menguak Tabir PHK Massal Tokopedia: Dari 'Gemuk' Hingga Hanya Tersisa Segelintir Karyawan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Sejak TikTok mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia pada akhir 2023, perjalanan perusahaan e-commerce berwarna hijau ini memang diwarnai dengan serangkaian langkah efisiensi pegawai. Akuisisi senilai US$1,5 miliar tersebut, yang bertujuan menggabungkan TikTok Shop dengan Tokopedia, rupanya membawa konsekuensi berupa perampingan struktur organisasi yang cukup drastis.

    Gelombang PHK pertama setelah akuisisi terjadi sekitar Juni 2024. Kala itu, sekitar 450 karyawan Tokopedia harus kehilangan pekerjaan. Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia, Nuraini Razak, pada Jumat (14/6/2024) silam, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi memperkuat dan menyelaraskan perusahaan. "Menyusul penggabungan TikTok dengan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Sebagai hasilnya, kami harus melakukan penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus tumbuh," ungkap Razak. Laporan Bloomberg saat itu juga mengindikasikan bahwa ByteDance tengah berupaya memangkas biaya operasional pasca-investasi besar tersebut.

    Tak berhenti di situ, pertengahan tahun 2025 menjadi saksi gelombang PHK massal berikutnya. Pada bulan Juli, 180 karyawan diberhentikan, disusul 240 karyawan lainnya pada Agustus di tahun yang sama, sehingga total mencapai 420 orang. Sumber internal eranusantara.co kala itu mengungkapkan bahwa divisi yang paling terdampak meliputi teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang. Bahkan, tim teknis yang masih bertahan dikabarkan harus "pindah" koordinasi langsung ke TikTok China, menandakan integrasi yang semakin dalam. Sumber tersebut menambahkan, proses PHK ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2025, dengan target integrasi sistem yang rampung. Tim Tokopedia di Indonesia kemungkinan besar akan lebih banyak diisi oleh tim bisnis dan marketing, sementara tim teknis akan dialihkan ke China.

    Alasan utama di balik kebijakan PHK pada tahun 2025 tersebut, menurut sumber internal eranusantara.co, adalah pandangan bahwa Tokopedia memiliki struktur karyawan yang "terlalu gemuk." Istilah "gemuk" di sini merujuk pada jumlah karyawan Tokopedia yang dianggap berlebihan, terutama jika digabungkan dengan tim dari TikTok Shop yang kini beroperasi di sektor bisnis e-commerce yang sama. "Intinya dari TikTok bilang kalau karyawan Tokopedia tuh ‘gemuk’ banget. Jadi harus dipangkas jadi ratusan (karyawan) saja," ujar sang sumber kala itu, menggambarkan tekanan efisiensi yang kuat dari pihak ByteDance.

    Rentetan insiden PHK ini menggarisbawahi tantangan besar dalam proses konsolidasi bisnis dua raksasa teknologi. Dari upaya penyelarasan organisasi hingga pandangan mengenai struktur karyawan yang "terlalu gemuk," Tokopedia di bawah naungan TikTok tengah bertransformasi secara fundamental. Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana wajah Tokopedia di masa depan setelah serangkaian perampingan ini, dan sejauh mana integrasi penuh dengan TikTok akan membentuk ekosistem e-commerce di Indonesia.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Asap Karhutla Lumpuhkan Langit Ribuan Penerbangan

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.35

    Ojol Bakal Diakui Angkutan Umum Aturan Ketat

    Ekonomi 12-10-2026 - 08.06

    Waspada Modus Tipu Dapur Makan Bergizi

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.35

    Strategi Pemerintah Tutup Lubang Defisit APBN

    Ekonomi 12-10-2026 - 07.20

    Di Balik Pesta Diskon Amazon Gelombang PHK Menghantui

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.35

    SeaBank Bawa Angin Segar Ekonomi Biru Pulau Pari

    Ekonomi 12-10-2026 - 05.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0627 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0627 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.