EraNusantara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah menyiapkan gebrakan besar dalam upaya memodernisasi sektor transportasi laut nasional. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa perusahaan pelat merah ini membutuhkan suntikan investasi fantastis senilai Rp 23,49 triliun hingga tahun 2030. Dana jumbo ini dialokasikan untuk dua pilar utama: pengadaan armada kapal baru dan pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh Nusantara.
Heru merinci bahwa dari total investasi tersebut, sebagian besar akan difokuskan pada pembangunan 46 unit kapal baru. Rinciannya cukup strategis: 18 kapal dirancang khusus untuk mendukung strategi long distance ferry (LDF) atau lintasan jarak jauh, membuka konektivitas baru antar pulau. Selanjutnya, 15 kapal akan dialokasikan untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas di 14 lintasan yang sudah eksis, sementara 13 kapal sisanya akan digunakan untuk program peremajaan armada lama yang sudah tidak efisien, memastikan standar keamanan dan kenyamanan yang lebih tinggi bagi para pengguna jasa.

"Untuk mendukung rencana eksplorasi dan eksploitasi selama lima tahun ke depan, kami hitung sampai tahun 2030, ASDP membutuhkan total investasi sebesar Rp 23,49 triliun," tegas Heru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu lalu. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen ASDP dalam memperkuat fondasi maritim Indonesia di masa mendatang.
Tak hanya fokus pada armada, Heru juga memaparkan bahwa alokasi investasi tersebut akan membiayai 55 proyek pembangunan di 35 pelabuhan strategis di seluruh Indonesia. Proyek-proyek ini mencakup revitalisasi menyeluruh pelabuhan yang sudah ada, pembangunan fasilitas baru yang lebih modern dan efisien, serta pengembangan melalui skema kerja sama dengan mitra strategis untuk memaksimalkan potensi setiap pelabuhan.
Heru menjelaskan bahwa nilai investasi yang fantastis ini tidak seluruhnya akan menjadi beban belanja langsung perusahaan. "Mengingat sebagian akan didanai melalui skema kerja sama atau charter ketika nanti kami membutuhkan kapal baru. Kami menyampaikan angka ini secara transparan agar Bapak dan Ibu sekalian dapat memahami segala kebutuhan investasi ke depan," jelas Heru, menegaskan komitmen perusahaan terhadap akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan dana.
Rencana ambisius ASDP ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan penyeberangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat konektivitas logistik nasional, sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
(hrp/hal/eranusantara.co)
Editor: Rockdisc