EraNusantara – PT Pegadaian (Persero) sekali lagi membuktikan dominasinya di sektor keuangan syariah global, dengan sukses meraih penghargaan prestisius ‘Best Sukuk-SME (Small and Medium Enterprise)’ dalam gelaran The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2026. Pengakuan internasional ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain kunci dalam ekosistem ekonomi syariah, sekaligus menjadi sorotan atas inovasi finansial yang mereka bawa.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung kepada Luh Putu Andarini, Kepala Divisi Treasuri PT Pegadaian (Persero), dalam sebuah seremoni megah yang diselenggarakan di Four Seasons Hotel Kuala Lumpur, Malaysia. Menanggapi pencapaian tersebut, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa anugerah ini merupakan cerminan nyata dari kepercayaan tinggi investor global terhadap fundamental kinerja dan transparansi yang dipegang teguh oleh Pegadaian.

"Penghargaan ‘Best Sukuk-SME’ di kancah internasional ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan validasi atas kepercayaan investor global terhadap solidnya fundamental dan transparansi Pegadaian," ujar Ferdian dalam keterangan tertulis yang diterima eranusantara.co pada Kamis (27/8/2026). Ia menambahkan, "Keberhasilan penerbitan Sukuk senilai Rp 1,75 triliun ini lebih dari sekadar pencapaian finansial. Ini adalah bahan bakar bagi kami untuk terus menyalurkan permodalan syariah yang mudah diakses bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendorong mereka untuk naik kelas dan memiliki daya saing global."
Acara penghargaan tersebut mempertemukan para pemimpin institusi keuangan syariah terkemuka dan pakar pasar modal dari seluruh penjuru Asia-Pasifik. Apresiasi global ini secara khusus diberikan atas langkah impresif Pegadaian dalam menghimpun dana dari pasar modal melalui penerbitan Sukuk Mudharabah dua seri (dual-tranche) yang berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp 1,75 triliun.
Tim juri independen dari The Asset, majalah finansial yang diakui secara global, menyoroti strategi ini sebagai terobosan yang sangat inovatif. Mereka menilai bahwa skema ini berhasil menjembatani likuiditas pasar modal untuk mendukung permodalan secara masif, sekaligus menjadi katalisator bagi percepatan pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.
Implementasi skema dual-tranche ini terbukti memberikan keuntungan ganda: tidak hanya menawarkan fleksibilitas investasi yang adaptif bagi para investor, tetapi juga sukses mengoptimalkan efisiensi biaya dana (cost of fund) perusahaan, sebuah pencapaian penting di tengah volatilitas pasar keuangan global.
Keberhasilan ini sekaligus menetapkan standar baru (benchmark) bagi korporasi lain, menunjukkan bagaimana instrumen keuangan komersial yang andal dapat diselaraskan secara harmonis dengan misi sosial pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dengan raihan penghargaan ini, Pegadaian semakin mempertegas komitmennya dalam memperkuat pendalaman pasar keuangan syariah nasional, memperluas inklusi keuangan, dan pada akhirnya, memperkokoh ketahanan ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Editor: Rockdisc