EraNusantara – Sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah segera terwujud di Nusa Tenggara Timur. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan lampu hijau bagi rencana ambisius pembukaan lahan pertanian seluas 8.000 hektare di Kabupaten Nagekeo. Inisiatif vital ini, yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Bupati Simplisius Donatus, diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan di wilayah tersebut.
Dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT yang baru-baru ini digelar, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya terhadap proyek ini. "Saya catat tadi saran dari Bupati Nagekeo, dan saya kira ini bagus sekali. Kita akan dukung penuh," ujar Prabowo, seperti dilaporkan oleh eranusantara.co. Dukungan ini menandai keseriusan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun, dukungan tersebut tidak tanpa syarat. Orang nomor satu di Indonesia ini menekankan pentingnya ketersediaan sumber air yang memadai sebagai kunci keberhasilan proyek. Ia meminta pemerintah daerah untuk memastikan pasokan air, baik melalui pembangunan bendungan maupun pengeboran sumur dalam jika diperlukan. "Ketersediaan air adalah faktor krusial agar pembukaan lahan untuk pertanian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," tegasnya, menyoroti aspek fundamental dalam pengembangan pertanian skala besar.
Selain fokus pada penguatan produksi pangan daerah melalui sektor pertanian, Presiden Prabowo juga mendorong pemanfaatan potensi maritim Nagekeo. Sekitar 100 hektare lahan yang berlokasi strategis di dekat pantai diusulkan untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya ikan. "Lahan seluas 100 hektare itu cukup besar untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya perikanan yang signifikan, sementara 8.000 hektare lainnya akan kita fokuskan sepenuhnya untuk pertanian," jelas Prabowo, menunjukkan visi terintegrasi untuk pengembangan ekonomi Nagekeo yang mencakup darat dan laut.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi proyek. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian yang diusulkan terpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, yang memang jauh dari garis pantai. Sementara itu, sekitar 100 hektare lahan yang disebutkan oleh Presiden, berada di kawasan yang lebih dekat dengan pesisir, sangat ideal untuk pengembangan budidaya perikanan seperti yang diamanatkan. Dukungan pemerintah pusat ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Nagekeo, menciptakan lapangan kerja, dan secara signifikan berkontribusi pada upaya ketahanan pangan nasional.
Editor: Rockdisc