Eranusantara.co – Industri, akademisi, dan asosiasi profesi bersatu padu dalam sebuah inisiatif kolaboratif yang diharapkan mampu menjawab tantangan kesenjangan keterampilan tenaga kerja di sektor tata udara dan pendingin (HVAC-R) nasional. Bertempat di Auditorium Kampus Universitas Darma Persada (UNSADA), Jakarta Timur, Kamis (8/10/2026), PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan UNSADA secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit. Kerja sama strategis ini menjadi momentum penting dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing, khususnya untuk mendukung pembangunan gedung pintar dan ramah lingkungan di masa depan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dalam pernyataannya yang dirilis Jumat (9/10/2026), menegaskan bahwa kolaborasi industri adalah sebuah keharusan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Menurutnya, kesenjangan antara tuntutan industri dan kapasitas lulusan perguruan tinggi hanya dapat dijembatani melalui kemitraan nyata. "Kemitraan tripartit seperti ini adalah wujud konkret dari konsep link and match, di mana industri, asosiasi profesi, dan lembaga pendidikan bergerak bersama untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga tersertifikasi dan siap bersaing di kancah global," ujar Yassierli. Ia juga menyoroti potensi besar sektor HVAC-R, mulai dari kebutuhan teknisi untuk gedung pintar hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik, yang menuntut persiapan SDM sejak dini.

MoU ini, yang mengusung tema "Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing", dirancang untuk menciptakan ekosistem kolaborasi yang komprehensif. Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai aspek krusial seperti peningkatan keterampilan (upskilling), riset inovatif, program magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik. UNSADA akan berperan dalam menyiapkan sarjana teknik yang adaptif dan siap pakai, sementara APITU Indonesia sebagai asosiasi praktisi akan mendorong standar kompetensi kerja yang relevan. Di sisi lain, Panasonic Gobel Indonesia akan menjadi jembatan transfer teknologi terkini dari dunia industri.
Rektor UNSADA, Agus Salim Sadikin, menyambut baik kehadiran Training Center Panasonic yang akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. "Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses langsung bagi mahasiswa kami untuk berinteraksi dengan teknologi dan standar industri terkini. Kami bertekad agar lulusan kami tidak hanya menguasai teori, seperti siklus refrigerasi atau perhitungan beban pendinginan, tetapi juga mahir di lapangan dan siap untuk bekerja maupun berwirausaha," jelas Agus Salim Sadikin, menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan praktik.
M. Arif Rachmat Gobel dari PT Panasonic Gobel Indonesia menambahkan bahwa Training Center ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap pengembangan SDM nasional. "Teknologi tata udara terus berevolusi menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui Training Center ini, kami ingin mahasiswa dan teknisi mendapatkan pengetahuan produk dan teknologi terbaru, sehingga Indonesia memiliki tenaga ahli yang mumpuni untuk mendukung pembangunan smart and green building," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, menggarisbawahi urgensi standar kompetensi bagi teknisi tata udara. "Profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Melalui kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung program sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk dalam menjaga mutu rantai dingin," tutur Agus Susilo.
Rangkaian acara penandatanganan MoU dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang terbagi dalam lima sesi. Materi seminar dirancang secara komprehensif untuk memperkuat pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip siklus refrigerasi dan karakteristik refrigeran komersial. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan dalam menghitung beban pendinginan dan merancang tata letak cold storage yang efisien. Wawasan mereka diselaraskan dengan regulasi mutu rantai dingin terbaru, serta dibukakan peluang bisnis kewirausahaan di bidang cold storage, lengkap dengan analisis efisiensi energi dan kelayakan investasinya.
Kerja sama tripartit antara PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pengembangan SDM dan penguatan industri tata udara nasional. Sinergi ini bukan hanya tentang mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk inovasi dan kemajuan teknologi di sektor HVAC-R, demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan cerdas.