Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Utang Baru Rp 494,3 T Pemerintah Tetap Terjaga

    11-10-2026 - 05.35

    Terobosan Cetak Ahli Tata Udara Nasional

    11-10-2026 - 05.06

    Cukai Minuman Manis Segera Berlaku 2027

    11-10-2026 - 04.35
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Utang Baru Rp 494,3 T Pemerintah Tetap Terjaga
    • Terobosan Cetak Ahli Tata Udara Nasional
    • Cukai Minuman Manis Segera Berlaku 2027
    • Rekor Baru BULOG Borong 4 Juta Ton Beras
    • Dana Fantastis Rp 599 T untuk Daerah Dipastikan Cair
    • Perpres Ojol Terbit Aplikator Jangan Nakal
    • Tragedi Plafon Supermarket Ambruk di Korea
    • Rejeki Melimpah Kuota Tuna RI Naik
    • Mandalika Berdenyut: Ekonomi Lokal Meroket
    • Strategi Baru Perkuat Industri Peternakan
    Minggu, 11 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Utang Baru Rp 494,3 T Pemerintah Tetap Terjaga

      11-10-2026 - 05.35

      Terobosan Cetak Ahli Tata Udara Nasional

      11-10-2026 - 05.06

      Cukai Minuman Manis Segera Berlaku 2027

      11-10-2026 - 04.35

      Rekor Baru BULOG Borong 4 Juta Ton Beras

      11-10-2026 - 04.20

      Dana Fantastis Rp 599 T untuk Daerah Dipastikan Cair

      11-10-2026 - 02.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Rejeki Melimpah Kuota Tuna RI Naik

    Rejeki Melimpah Kuota Tuna RI Naik

    Ekonomi 11-10-2026 - 01.203 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Rejeki Melimpah Kuota Tuna RI Naik

    Eranusantara.co – Kabar gembira datang dari sektor kelautan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja mencatatkan keberhasilan besar dalam kancah diplomasi perikanan internasional. Indonesia secara resmi berhasil mendapatkan persetujuan kenaikan kuota tangkapan tuna sirip biru selatan (Southern Bluefin Tuna/SBT).

    Berdasarkan hasil kesepakatan terbaru, kuota tangkapan untuk komoditas mewah ini melonjak signifikan menjadi 25 persen atau setara dengan 1.670 ton per tahun. Angka ini naik drastis dibandingkan dengan kuota sebelumnya yang hanya berada di angka 1.336 ton per tahun. Dengan capaian ini, posisi Indonesia kini sejajar dengan negara-negara maju lainnya dalam hal alokasi tangkapan, yakni setara dengan Korea Selatan dan Taiwan.

    Rejeki Melimpah Kuota Tuna RI Naik
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Keputusan penting ini ditetapkan untuk periode 2027 hingga 2029. Keberhasilan ini diraih setelah melalui proses diplomasi yang panjang dan alot dalam forum tahunan ke-33 Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) yang diselenggarakan di Brussel, Belgia.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata efektivitas diplomasi perikanan yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, kenaikan kuota ini bukan sekadar angka, melainkan pengakuan terhadap potensi sumber daya laut Indonesia.

    "Ini adalah langkah maju yang sangat signifikan bagi Indonesia. Kenaikan kuota serta adanya peluang tambahan ini membuktikan bahwa diplomasi perikanan kita membuahkan hasil yang nyata. Kami berkomitmen untuk terus mengawal agar ke depannya alokasi dari CCSBT semakin adil bagi negara-negara pantai yang sedang berkembang," ujar Trenggono dalam keterangan resminya.

    Menariknya, Indonesia tidak berhenti di angka 1.670 ton tersebut. Pemerintah melihat adanya peluang besar untuk mendapatkan tambahan hingga 1.500 ton per tahun yang berasal dari sisa kuota anggota lain yang tidak terpakai. Jika peluang emas ini berhasil dimanfaatkan secara maksimal, maka total kuota tangkapan tuna sirip biru selatan milik Indonesia bisa menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 3.170 ton per tahun.

    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengungkapkan bahwa kemenangan diplomasi ini merupakan buah dari perjuangan panjang selama bertahun-tahun. Perjuangan ini dimulai sejak pertemuan CCSBT ke-30 di Busan, Korea Selatan, pada tahun 2023, di mana Indonesia mulai mengajukan proposal tertulis untuk mengubah mekanisme alokasi kuota.

    Upaya tersebut terus diperkuat pada pertemuan tahunan ke-32 di Bali tahun lalu. Saat itu, Menteri Trenggono telah mengusulkan agar porsi Indonesia ditingkatkan menjadi 15 persen dari total tangkapan yang diperbolehkan (Total Allowable Catch/TAC) atau sekitar 3.000 ton.

    Latif menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam forum tersebut didasarkan pada prinsip keadilan. Indonesia menuntut hak yang proporsional mengingat statusnya sebagai negara pantai berkembang dan realitas geografis yang tidak terbantahkan. Indonesia merupakan satu-satunya penjaga kawasan pemijahan SBT di dunia, sebuah fakta ilmiah yang menjadi kartu as dalam negosiasi internasional.

    Dalam pertemuan ke-33 di Brussel tersebut, delegasi Indonesia juga menyepakati kenaikan TAC global SBT menjadi 23.647 ton per tahun untuk periode 2027-2029. Indonesia mendukung kenaikan berbasis sains ini, sembari tetap konsisten memperjuangkan porsi alokasi yang lebih besar demi kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Utang Baru Rp 494,3 T Pemerintah Tetap Terjaga

    Ekonomi 11-10-2026 - 05.35

    Terobosan Cetak Ahli Tata Udara Nasional

    Ekonomi 11-10-2026 - 05.06

    Cukai Minuman Manis Segera Berlaku 2027

    Ekonomi 11-10-2026 - 04.35

    Rekor Baru BULOG Borong 4 Juta Ton Beras

    Ekonomi 11-10-2026 - 04.20

    Dana Fantastis Rp 599 T untuk Daerah Dipastikan Cair

    Ekonomi 11-10-2026 - 02.35

    Perpres Ojol Terbit Aplikator Jangan Nakal

    Ekonomi 11-10-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0633 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0625 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0625 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.