EraNusantara – Perum Bulog tengah menggeber proyek ambisius pembangunan 100 gudang baru di berbagai penjuru negeri. Inisiatif strategis ini ditargetkan rampung pada Desember 2026, bukan tanpa alasan. Langkah masif ini merupakan antisipasi proaktif Bulog dalam menyambut potensi lonjakan produksi beras nasional yang signifikan di masa mendatang, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascapanen ini merupakan amanat langsung dari Presiden dan Menteri terkait. Ia menambahkan, penambahan kapasitas penyimpanan ini krusial untuk menopang program peningkatan produktivitas padi yang digagas Kementerian Pertanian. Program tersebut, melalui penggunaan benih unggul, diproyeksikan mampu mendongkrak hasil panen hingga lebih dari 10 ton per hektare, sebuah lompatan signifikan bagi sektor pertanian nasional.

Saat ini, proyek pembangunan 100 gudang tersebut masih dalam tahap lelang. Rizal optimistis, setelah proses ini tuntas, Bulog akan segera melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya konstruksi. Sesuai Instruksi Presiden (Inpres), pengerjaan proyek strategis ini akan dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya melalui mekanisme lelang terbatas. Kebijakan ini diambil demi mengakselerasi penyelesaian proyek, dengan harapan beberapa gudang sudah dapat beroperasi pada Desember tahun ini, sebagai bagian dari target rampung total di Desember 2026.
Distribusi pembangunan gudang akan merata di seluruh wilayah Indonesia, membentang dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di timur. Secara khusus, pemerintah memprioritaskan lokasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Penempatan di wilayah-wilayah ini tidak hanya bertujuan pemerataan, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pangan di area yang paling membutuhkan, sekaligus mengurangi disparitas regional. Dengan rampungnya proyek 100 gudang ini, Bulog diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan mandatnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional, terutama beras, di tengah dinamika produksi dan konsumsi.
Editor: Rockdisc