EraNusantara – Jakarta kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan ekosistem transportasi publik berkelas dunia. Bank Mandiri, sebagai salah satu pilar perbankan nasional, secara resmi memperkuat dukungannya terhadap modernisasi pembayaran di MRT Jakarta melalui implementasi infrastruktur pembayaran kartu nirsentuh berstandar global Europay, Mastercard, dan Visa (EMV). Terobosan ini bukan sekadar kemudahan; ia menempatkan MRT Jakarta sebagai moda transportasi publik pertama di Indonesia yang mengadopsi standar pembayaran internasional, memungkinkan masyarakat, termasuk turis asing, menikmati perjalanan tanpa repot dengan kartu kredit nirsentuh Bank Mandiri berlogo Mastercard atau Visa.
Standar EMV, yang telah menjadi tulang punggung sistem pembayaran di lebih dari 150 kota metropolitan terkemuka dunia seperti Singapura, Tokyo, London, Hong Kong, dan Bangkok, kini hadir di jantung Ibu Kota. Adopsi standar ini menjanjikan pengalaman perjalanan yang jauh lebih praktis, aman, dan terintegrasi bagi setiap pengguna transportasi publik, baik warga lokal maupun pelancong internasional.

Peran Bank Mandiri dalam proyek monumental ini tidak main-main. Mereka bertanggung jawab penuh dalam membangun dan mengoperasikan infrastruktur acquiring yang vital, memastikan setiap gerbang nirsentuh di seluruh stasiun MRT Jakarta mampu memproses transaksi kartu kredit contactless dari jaringan Visa maupun Mastercard, tak peduli bank penerbitnya di dalam atau luar negeri, selama kartu tersebut berfitur contactless atau payWave. Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian integral dari visi perseroan untuk memperluas jangkauan ekosistem pembayaran digital ke seluruh sendi kehidupan masyarakat, termasuk sektor transportasi publik. "Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari transformasi MRT Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyajikan layanan transportasi publik yang modern dan berstandar global. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menyediakan solusi pembayaran digital yang efisien, mudah, dan aman, menjawab dinamika kebutuhan mobilitas perkotaan," jelas Henry dalam rilis pers yang diterima eranusantara.co, Kamis (30/7/2026).
Dengan sistem baru ini, kemudahan bertransaksi menjadi nyata. Pengguna MRT Jakarta cukup menempelkan kartu kredit fisik berlogo Mastercard atau Visa yang sudah dilengkapi fitur contactless atau payWave pada gerbang nirsentuh saat tap in dan tap out. Lebih revolusioner lagi, bagi nasabah Bank Mandiri yang menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri di perangkat Android berteknologi NFC, pembayaran dapat dilakukan via fitur Tap to Pay. Ini berarti, sumber dana Mandiri Kartu Kredit akan langsung terpakai tanpa perlu login aplikasi, tanpa saldo prabayar, tanpa pengisian ulang, dan tanpa antre di loket. Nilai transaksi pun otomatis menyesuaikan tarif perjalanan.
Inisiatif pembayaran nirsentuh di MRT Jakarta ini sekaligus menjadi bukti nyata penguatan ekosistem pembayaran digital Bank Mandiri yang terus berekspansi. Data per Juni 2026 menunjukkan, Bank Mandiri memiliki 2,2 juta kartu kredit aktif berlogo Mastercard dan Visa yang tersebar di masyarakat, dengan volume transaksi kartu kredit yang mencapai angka fantastis Rp 43 triliun, melonjak 22 persen secara tahunan (YoY). Angka ini menggarisbawahi dominasi dan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan digital Mandiri.
Untuk memeriahkan peluncuran dan mengapresiasi loyalitas nasabah, Bank Mandiri juga meluncurkan Program Cashback 50%. Penawaran menarik ini berlaku bagi setiap transaksi menggunakan Mandiri Kartu Kredit di seluruh stasiun MRT Jakarta yang telah dilengkapi gerbang nirsentuh, mulai 29 Juli hingga 31 Agustus 2026. Nasabah berhak mendapatkan cashback sebesar 50% dari nilai transaksi, dengan batas maksimal Rp5.000 per transaksi.
Dari sisi operator, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyambut baik inovasi ini. Ia menyatakan bahwa adopsi pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh berbasis EMV ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan pelanggan secara signifikan, tetapi juga menjadi katalisator penting dalam transformasi Jakarta menuju kota global. "Metode pembayaran berstandar EMV global ini adalah pelengkap strategis yang akan mempercepat pertumbuhan dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dengan sistem mobilitas yang modern, aman, dan terintegrasi," pungkas Tuhiyat.
Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan kapabilitas infrastruktur pembayaran dan memperluas jaringannya dengan berbagai operator transportasi publik. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang semakin inklusif, efisien, dan berstandar internasional, sejalan dengan komitmen "Melayani Sepenuh Hati" melalui solusi digital yang cepat, mudah, dan aman. Dengan inisiatif strategis ini, Jakarta kini resmi menempatkan dirinya sejajar dengan lebih dari 150 kota metropolitan dunia, termasuk nama-nama besar seperti Singapura, Tokyo, London, New York City, dan Bangkok, yang telah lebih dulu mengadopsi sistem pembayaran nirsentuh berbasis EMV dalam layanan transportasi publik mereka. Ini adalah langkah monumental bagi Ibu Kota.
Editor: Rockdisc