EraNusantara – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyerukan peringatan keras mengenai kondisi geopolitik dan geoeonomi global yang semakin kompleks. Berbicara di Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026), Prabowo menyoroti bagaimana perdagangan internasional kini telah bertransformasi menjadi alat strategis, bahkan senjata, sementara arsitektur keuangan global terancam pecah belah berdasarkan garis geografis.
Prabowo, dalam pidatonya yang disiarkan oleh eranusantara.co, secara lugas memaparkan bagaimana dinamika global telah mengubah lanskap ekonomi. "Kita bertemu pada masa yang sulit. Saat ini perdagangan berkali-kali digunakan sebagai senjata. Rantai pasok dibentuk kembali berdasarkan kecurigaan. Keuangan terpecah berdasarkan geografi," tegas Prabowo, menggambarkan betapa rentannya sistem yang ada saat ini. Ia menekankan bahwa fragmentasi politik dunia telah menciptakan kondisi di mana sistem ekonomi global tidak lagi beroperasi sebagai satu kesatuan yang kohesif.

Menyikapi kondisi tersebut, Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi dalam arsitektur keuangan global. Ia berpendapat bahwa ketergantungan pada satu sistem tunggal tidak lagi memadai untuk menjamin ketahanan ekonomi global. Menurutnya, untuk mencapai stabilitas, dunia membutuhkan lebih dari satu sistem yang berfungsi optimal. "Kita tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan karena jika satu sistem terganggu, sistem lain harus tetap mampu memfasilitasi aliran dana yang menjaga perdagangan tetap berjalan," jelasnya.
Prabowo melanjutkan, tanpa adanya saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang handal dan beragam, perdagangan internasional berisiko lumpuh total. Ia menegaskan bahwa gagasannya bukanlah untuk mengganti sistem yang sudah ada dengan yang baru, melainkan untuk menciptakan ekosistem di mana berbagai sistem keuangan global dapat beroperasi secara berdampingan. Hal ini, menurutnya, krusial demi menjaga kesinambungan, stabilitas, dan kepercayaan yang menjadi pilar utama perdagangan internasional di tengah ketidakpastian global.
Editor: Rockdisc