EraNusantara – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menyiapkan strategi ambisius untuk menciptakan 3,49 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2027. Target fantastis ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah peta jalan komprehensif yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dan siap menghadapi dinamika kebutuhan industri masa depan.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa inti dari strategi ini adalah memastikan angkatan kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar. "Kami terus berupaya mendekatkan dunia industri dengan program pelatihan dan pemagangan. Ini adalah dua pilar utama dalam penyiapan tenaga kerja yang kami lakukan," ujar Yassierli saat ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/9/2026), seperti dilansir oleh eranusantara.co.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenaker tidak bekerja sendiri. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci. "Kami menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas," tambahnya. Program magang nasional dan vokasi, yang menyasar lulusan dari jenjang SMA-SMK hingga perguruan tinggi, diharapkan dapat memperbesar peluang mereka untuk langsung terserap di dunia kerja.
Senada dengan Menaker, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemenaker, Anwar Sanusi, menyoroti pentingnya formalisasi sektor-sektor kerja yang selama ini masih didominasi oleh pasar informal. Pemerintah membidik sektor-sektor prioritas nasional, termasuk proyek hilirisasi yang dinilai memiliki potensi besar dalam membuka lapangan kerja baru.
Selain hilirisasi, sektor jasa dan pertanian juga diproyeksikan memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Menariknya, Anwar Sanusi secara khusus menyoroti sektor pertanian. "Sektor pertanian sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang bagus, namun sayangnya minat terhadapnya masih rendah," ungkap Anwar. Ia optimis bahwa program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi stimulan vital. "Program MBG ini akan memberikan dorongan signifikan agar sektor pertanian juga menjadi penyangga utama ketenagakerjaan nasional," tutupnya, menandakan potensi besar sektor ini untuk menjadi primadona tak terduga dalam penciptaan lapangan kerja.
Editor: Rockdisc