Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Mendag Dorong Trader Cerdas Lawan Janji Palsu

    09-10-2026 - 12.06

    Stok Beras Bulog Pecahkan Rekor Sejarah

    09-10-2026 - 11.35

    Suntikan Dana Jumbo untuk BPJS Kesehatan

    09-10-2026 - 11.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Mendag Dorong Trader Cerdas Lawan Janji Palsu
    • Stok Beras Bulog Pecahkan Rekor Sejarah
    • Suntikan Dana Jumbo untuk BPJS Kesehatan
    • Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN
    • Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian
    • Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara
    • Aturan Baru Tarif Ojol Resmi Berlaku
    • Harga Cabai Melonjak Mendag Ungkap Biang Kerok
    • Geger Seruan Boikot Produk RI di Malaysia Mendag Tenang
    • Strategi Baru Danantara Ubah Wajah Industri
    Jumat, 9 Oktober 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Mendag Dorong Trader Cerdas Lawan Janji Palsu

      09-10-2026 - 12.06

      Stok Beras Bulog Pecahkan Rekor Sejarah

      09-10-2026 - 11.35

      Suntikan Dana Jumbo untuk BPJS Kesehatan

      09-10-2026 - 11.20

      Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN

      09-10-2026 - 08.35

      Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian

      09-10-2026 - 08.06
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

    Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

    Ekonomi 10-04-2026 - 05.063 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?

    EraNusantara – Sektor penerbangan domestik kembali menjadi sorotan publik menyusul keputusan pemerintah untuk menunda evaluasi Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Keputusan ini, yang mungkin menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat dan pelaku industri, ternyata didasari oleh serangkaian kebijakan komprehensif yang telah diterapkan sebelumnya, serta mempertimbangkan dinamika pasar terkini.

    Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (9/4/2026), menjelaskan bahwa pembahasan mengenai TBA belum menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk meringankan beban operasional maskapai yang melonjak akibat faktor eksternal. "Dari TBA tersebut, biaya operasi yang paling tinggi memang adalah avtur, kemudian perawatan, dan sewa. Dua komponen yang sangat berpengaruh, yakni avtur dan maintenance, itu sudah difasilitasi kenaikannya oleh pemerintah melalui fuel surcharge dan pemberlakuan bea masuk 0% untuk sparepart," terang Dudy. Kebijakan ini, termasuk izin bagi maskapai untuk menaikkan harga tiket domestik sebesar 9 hingga 13%, merupakan respons terhadap kenaikan harga avtur dan biaya perawatan pesawat yang dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah.

    Terkuak! Alasan Sebenarnya di Balik Penundaan Evaluasi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat: Bukan Sekadar Musim Sepi, Ada Strategi Ekonomi Jangka Panjang?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dudy menambahkan, penundaan evaluasi TBA juga didorong oleh kondisi industri penerbangan yang tengah memasuki periode low season. Kondisi ini terjadi setelah Indonesia melewati puncak musim angkutan mudik Lebaran 2026. "Jadi, kita tidak membicarakan dulu mengenai TBA, apalagi sekarang kondisinya low season. Biasanya, kalau low season, maskapai justru tidak mau menaikkan harga karena kondisi pasar tidak cukup favorable untuk mereka berbicara tarif batas atas," jelasnya, menyoroti strategi harga maskapai yang cenderung menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.

    Sebelumnya, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) telah menyuarakan desakan kepada pemerintah untuk segera merealisasikan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan TBA tiket penerbangan domestik. Permintaan ini disampaikan menyusul kenaikan signifikan harga avtur yang mulai berlaku pada Rabu, 1 April 2026.

    Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (1/4/2026), mengungkapkan bahwa harga avtur untuk penerbangan domestik per 1-30 April 2026 naik rata-rata 70% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, untuk penerbangan internasional, kenaikan mencapai sekitar 80%, meskipun bervariasi di setiap bandara jika dibandingkan dengan harga per 1-31 Maret 2026. "Seperti sudah kita perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian," ujar Denon, menegaskan dampak langsung dari situasi global terhadap biaya operasional maskapai.

    Dengan demikian, penundaan evaluasi TBA ini bukan sekadar keputusan sporadis, melainkan bagian dari kalkulasi cermat pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan maskapai, stabilitas harga, dan daya beli masyarakat, sembari menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif.

    Editor: Rockdisc

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Mendag Dorong Trader Cerdas Lawan Janji Palsu

    Ekonomi 09-10-2026 - 12.06

    Stok Beras Bulog Pecahkan Rekor Sejarah

    Ekonomi 09-10-2026 - 11.35

    Suntikan Dana Jumbo untuk BPJS Kesehatan

    Ekonomi 09-10-2026 - 11.20

    Terkuak: Dividen Danantara Tak Akan Perkuat APBN

    Ekonomi 09-10-2026 - 08.35

    Tarif Ojol Kurir Resmi Diatur Dua Kementerian

    Ekonomi 09-10-2026 - 08.06

    Seniman Indonesia Borong Gelar di Asia Tenggara

    Ekonomi 09-10-2026 - 07.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.