Close Menu
EraNusantaraEraNusantara
    What's Hot

    Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek

    28-09-2026 - 22.35

    Wujudkan Liburan Impianmu Diskon Besar Menanti

    28-09-2026 - 22.35

    Prabowo Perintahkan Audit Forensik Dana Haji

    28-09-2026 - 22.20
    Laman
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    Terbaru:
    • Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek
    • Wujudkan Liburan Impianmu Diskon Besar Menanti
    • Prabowo Perintahkan Audit Forensik Dana Haji
    • Buruh Beri Ultimatum DPR Soal RUU Kerja
    • Rencana Impor KRL Bekas Jepang
    • Ribuan Manajer Koperasi Desa Siap Bertugas
    • Rekor MURI Human Mural di GBK
    • Ekonomi Brasil Membaik Tapi Rakyat Menderita
    • Sinergi CSR Bangun Desa Mandiri
    • Misteri di Balik Mundurnya Bos Sepatu Bata
    Senin, 28 September 2026
    EraNusantaraEraNusantara
    • Home
    • Ekonomi

      Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek

      28-09-2026 - 22.35

      Wujudkan Liburan Impianmu Diskon Besar Menanti

      28-09-2026 - 22.35

      Prabowo Perintahkan Audit Forensik Dana Haji

      28-09-2026 - 22.20

      Buruh Beri Ultimatum DPR Soal RUU Kerja

      28-09-2026 - 22.06

      Rencana Impor KRL Bekas Jepang

      28-09-2026 - 20.35
    EraNusantaraEraNusantara
    Home - Ekonomi - Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek

    Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek

    Ekonomi 28-09-2026 - 22.353 Mins Read
    Bagikan Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek

    Eranusantara.co – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan terobosan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji guna meringankan beban finansial calon jemaah. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global serta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada biaya operasional haji. Melalui skema baru yang sedang digodok, pemerintah berkomitmen agar biaya yang harus dibayarkan langsung oleh jemaah tidak melonjak tajam.

    Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus terkait penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Presiden menekankan agar pemerintah tidak serta-merta melimpahkan seluruh kenaikan biaya operasional kepada jemaah. Hal ini menjadi prioritas utama mengingat situasi dunia saat ini yang penuh tantangan ekonomi.

    Skema Baru Haji Murah dan Antrean Pendek
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Situasi geopolitik di Timur Tengah membawa dampak signifikan terhadap ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi komponen perhitungan BPIH. Namun, prinsip utama dari Presiden adalah jangan sampai beban biaya ini memberatkan calon jemaah," ujar Gus Irfan saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

    Salah satu poin krusial dalam rencana ini adalah perubahan rasio pembiayaan. Pemerintah mengusulkan formula pembagian antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dengan nilai manfaat dari dana haji sebesar 52 banding 48. Dengan skema ini, jemaah hanya perlu menanggung sekitar 52 persen dari total biaya haji, sementara sisanya akan ditutupi oleh nilai manfaat dana haji. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kemampuan finansial masyarakat dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

    Selain fokus pada aspek biaya, pemerintah juga melakukan revolusi dalam manajemen antrean haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa selama ini masalah antrean panjang yang mencapai puluhan tahun menjadi keluhan utama. Berkat instruksi Presiden untuk mencari formula percepatan, pemerintah melakukan pembersihan data secara besar-besaran.

    Dahnil memaparkan bahwa sebelumnya, masa tunggu haji di beberapa wilayah bahkan menyentuh angka 49 tahun. Setelah dilakukan perubahan formula tahun lalu, angka tersebut sempat turun menjadi rata-rata 26 tahun. Namun, pemerintah merasa angka tersebut masih terlalu lama.

    "Kami melakukan validasi mendalam terhadap 5,7 juta data jemaah haji yang ada. Hasilnya, kami menemukan sekitar 400.000 data yang tidak valid atau tidak sesuai fakta di lapangan," jelas Dahnil.

    Melalui proses pembersihan data (data cleansing) yang ketat tersebut, pemerintah berhasil memangkas waktu tunggu secara drastis. Saat ini, antrean faktual jemaah haji yang berangkat telah turun menjadi rata-rata hanya 14 tahun. Transformasi ini diharapkan tidak hanya membuat biaya haji lebih terjangkau, tetapi juga memberikan kepastian waktu keberangkatan yang lebih cepat bagi umat Muslim di Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai kebijakan ini dapat dipantau melalui kanal berita terpercaya seperti eranusantara.co.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Kinanthi
    • Website

    penulis dan analis utama di EraNusantara. Ia berspesialisasi dalam pelaporan mendalam mengenai isu-isu investasi, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar keuangan serta bisnis di Indonesia

    Related Posts

    Wujudkan Liburan Impianmu Diskon Besar Menanti

    Ekonomi 28-09-2026 - 22.35

    Prabowo Perintahkan Audit Forensik Dana Haji

    Ekonomi 28-09-2026 - 22.20

    Buruh Beri Ultimatum DPR Soal RUU Kerja

    Ekonomi 28-09-2026 - 22.06

    Rencana Impor KRL Bekas Jepang

    Ekonomi 28-09-2026 - 20.35

    Ribuan Manajer Koperasi Desa Siap Bertugas

    Ekonomi 28-09-2026 - 20.20

    Rekor MURI Human Mural di GBK

    Ekonomi 28-09-2026 - 16.35
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Fakta Mengejutkan di Balik Mudik Lebaran 2026: Jasa Raharja Gelontorkan Rp 11,2 Miliar Santunan! Apa Penyebab Utama Ratusan Nyawa Melayang Meski Angka Kecelakaan Turun Drastis?

    26-03-2026 - 05.0629 Views

    Bongkar Tuntas Coretax: Sistem Pajak Baru yang Mengguncang Dunia Konsultan! Kuasai Rahasianya dalam 4 Hari Intensif, Hindari Kerugian Klien dan Pastikan Bisnis Tetap Unggul!

    04-09-2026 - 05.0624 Views

    Operasi Senyap Bea Cukai Bongkar Jaringan Impor Ilegal Puluhan Miliar Rupiah! Menkeu Purbaya: Jangan Harap Lolos, Ini Baru Permulaan!

    23-06-2026 - 22.0623 Views
    Footer Logo - 48 Media Partners

    MEDIA PARTNERS

    bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

    MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

    cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
    deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
    EraNusantara
    • Home
    • Disklaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.